Tujuan, Fungsi dan Jenis Bank Syariah

Tujuan, Fungsi dan Jenis Bank Syariah

Tujuan, Fungsi dan Jenis Bank Syariah

Tujuan, Fungsi dan Jenis Bank Syariah
Tujuan, Fungsi dan Jenis Bank Syariah

Tujuan Bank Syariah

Adapun tujuan perbankan syariah yaitu:

Menurut Handbook of Islamic Banking, tujuan perbankan islam ialah menyediakan kemudahan keuangan dengan cara mengupayakan instrumen-instrumen keuangan yang sesuai dengan ketentuan dan norma syari’ah. Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah tidak bertujuan untuk memaksimalkan manfaatnya sebagaimana halnya sistem perbankan berdasarkan bunga, namun tujuan bank syariah yaitu untuk memperlihatkan keuntungan sosial ekonomi bagi orang-orang muslim.

Fungsi Bank Syariah

Fungsi Bank syariah antara lain:

Penghimpun Dana
Sama halnya dengan bank konvensional, bank syariah mempunyai fungsi sebagai penghimpun dana dari masyarakat, perbedaannya yaitu apabila di bank konvensional penabung akan mendapatkan balas jasa berupa bunga sedangkan apabila di bank syariah penabung akan mendapatkan balas jasa berupa bagi hasil.

Penyalur Dana
Dana yang sudah dihimpin bank syariah dari nasabah, nantinya akan disalurkan kembali ke nasabah lain dengan sitem bagi hasil.

Memberikan Pelayanan Jasa Bank
Dalam hal ini, bank syariah berfungsi sebagai pemberi layanan jasa menyerupai jasa transfer, pemindahan bukuan, jasa tarikan tunai dan jasa perbankan lainnya.

Jenis-Jenis Bank Syariah

Berdasarkan prinsip kerjanya, bank syariah dibedakan menjadi 3 jenis yakni:

Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Bank Umum Syariah

Bank Umum Syariah ialah bank syariah yang dalam aktivitas usahanya memperlihatkan jasa kemudian lintas pembayaran. Contohnya: PT. Bank Muamalat Indonesia, PT. Bank Syariah Mandiri, PT. Bank BRI Syariah, PT. Bank BNI Syariah dan lain sebagainya.

Unit Usaha Syariah

Unit Usaha Syariah ialah unit kerja dari kantor sentra Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dan unit kantor cabang yang melaksanakan aktivitas perjuangan berdasarkan prinsip syariah. Contohnya: PT. Bank Tabungan Negara (BTN), PT. Bank CIMB Niaga, PT. Bank Danamon Indonesia, dan lain sebagainya.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah ialah bank syariah yang dalam kegiatannya tidak menghimpun dana masyarakat dalam bentuk giro, sehingga tidak sanggup menerbitkan cek dan bilyet giro. Contohnya:
PT BPRS Amanah Rabbaniah, PT BPRS Buana Mitra Perwira, dan lain sebagainya.

Hingga sekarang terdapat sekitar 11 Bank Umum Syariah, 23 Unit Usaha Syariah, dan 163 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/06/unsur-unsur-seni-rupa-dan-penjelasannya.html