Teori Inflasi

Teori Inflasi

Menurut Mankiw (2003) hubungan inflasi dengan jumlah uang yang beredar tidak dapat dilihat dalam jangka pendek. Teori inflasi ini bekerja paling baik dalam jangka panjang.

Menurut McConnell (2004:214) inflation is a rising general level of prices and is measured as a percentage change in aprice index such as the CPI. Sedangkan Schiller (2000:130) berpendapat bahwa inflation is an increase in the avarege level prices of goods and services.

Menurut Judisseno (2005:16) inflasi adalah suatu peristiwa moneter yang menunjukkan suatu keccenderungan akan naiknya harga barang-barang secara umum yang berarti terjadinya penurunan nilai mata uang.

Menurut Sadono Sukirno (2004:27) inflasi adalah kenaikan harga –harga umum yang berlaku dalam suatu perekonomian dari suatu periode ke periode lainnya. Sedangkan tingkat inflasi adalah persentasi kenaikan harga-harga pada suatu tahun tertentu berbanding dengan tah un sebelumnya.

secara garis besar dalam ilmu ekonomi ada beberapa teori yang menjelaskan tentang inflasi, masing-masing teori ini menyatakan aspek-aspek tertentu dari proses inflasi (Boediono, 2001). Teori tersebut adalah :

1.Teori Kuantitas

Dengan kata lain teori ini disebut sebagai model kaum moneteris (monetaris models) karena telah disempurnakan oleh para ahli ekonomi Universitas Chicago. Teori ini sangat berguna untuk menerangkan proses inflasi bagi negara-negara yang sedang berkembang. Teori ini menekankan peranan jumlah uang beredar dan harapan masyarakat tentang kenaikan harga terhadap timbulnya inflasi.

sumber :