Tehnik Penulisan Sitasi

Tehnik Penulisan Sitasi

Tehnik Penulisan Sitasi

Tehnik Penulisan Sitasi
Tehnik Penulisan Sitasi

Pada dasarnya ada 2 teknik penulisan sitasi:

  1. Catatan langsung (catatan perut)

Catatan perut ditulis langsung di dalam baris-baris naskah, yang berisi alamat rujukan singkat dari bahan yang diacu, yaitu: nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman. Untuk artikel jurnal, artikel media massa, atau makalah, tidak perlu dicantumkan nomor halamannya.

Contoh: berelson (1952) mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak,”.

Sedangkan para ahli yang lain menyatakan, analisis isi adalah sebuah teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi dengan mengidentifikasi secara sistematik dan obyektif terhadap karakteristik-karakteristik khusus pada sebuah teks (stone et al., 1966:5).

2.Catatan kaki (footnotes)

catatan akhir (endnotes) Footnotes dan endnotes ditulis terpisah dari baris-baris naskah.

Catatan Kaki (Footnotes): Diletakkan di bagian bawah halaman, dipisahkan dari naskah utama menggunakan garis. Informasi referensi yang dituliskan di dalam catatan kaki adalah: nama pengarang (tidak dibalik susunannya) , judul, penerbit, kota, tahun, dan halaman. Untuk sumber berupa makalah atau artikel jurnal/media massa, tidak perlu menuliskan nomor halamannya.

Contoh: Berelson mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak.”1=> 1 Benard Berelson, Content Analysis in Communications Research, Free Press, New York, 1952, hal. 18.

Catatan akhir (endnotes) : Catatan akhir sama dengan teknik penulisan catatan kaki. Perbedaannya terletak pada penempatan catatan. Endnotes diletakkan terpisah di bagian akhir tulisan atau bab (chapter).

Contoh: Berelson mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak.”1 => 1 Benard Berelson.

Baca juga artikel: