Syarat dan Teknik Memandikan Jenazah

Syarat dan Teknik Memandikan Jenazah

Syarat dan Teknik Memandikan Jenazah

Syarat dan Teknik Memandikan Jenazah
Syarat dan Teknik Memandikan Jenazah

Syarat-syarat mayat yang harus dimandikan

Jenazah itu orang muslim atau muslimah
Badannya atau anggota badannya masaih ada walaupun spesial untuk sebagian yang tinggal
Jenazah itu bukan mati syahid (mati dalam perang sebab membela islam). Rasullah saw. bersabda:
Artinya: “Dari Jabir ra., sebenarnya Nabi saw. sudah memerintahkan sehubungan dengan orag-orang yang gugur dalam perang Uhud semoga mereka, tidak dimandikan dan tidak pula disalatkan.” (HR. Al-Bukhari)

Teknik memandikan jenazah

Jenazah ditempatkan disuatu tempat yang terlindung dari gerah matahari, hujan atau pandangan orang banyak. mayat diletakkan pada tempat yang lebih tinggi ibarat dipan atau balai-balai.
Jenazah didiberi pakaian basahan misalnya, sarung semoga auratnya tertutup.

Baca Juga: Rukun Islam

Air untuk memandikan mayat disunnahkan didiberi daun bidara atau sesuatu yang sanggup menghilangkan kaki daki ibarat sabun atau yang lain. Sebagaian dari aiar itu ada yang dicampur dengan kapur barus untuk dipakai sebagai siraman terakhir.
Jenazah yang akan dimandikan terlebih lampau dimembersihkankan dari najis yang menempel pada anggota badannya.
Kotoran yang mungkin ada di dalam perut mayat dikeluarkan dengan cara menekan perutnya secara berhati-hati kemudian disucikan dengan air. Kototoran yang ada pada kuku jari-jari tangan dan kaki termasuk kotoran yang ada di ekspresi dan gigi dimembersihkankan.

Menyiramkan air ke seluruh tubuh mayat hingga merata dari kepala hingga ke ujung kaki dengan cara membaringkan mayat ke kiri ketika membasuh anggota badannya yang kiri, Serrangkaian kegiatan ini dihitung satu kali basuhan dalam memandikan mayat disunnahkan 3 kali atau 5 kali. Basuhan terakhir dengan memakai air yang dicampur kapur barus.
Dalam memandikan mayat disunnahkan menlampaukan anggota wudu dan anggota tubuh yang sebelah kanan. Rasulullah saw bersabda: Artinya: “Dari Ummi Athiyah ra., Nabi saw, sudah masuk kepada kami ketika kami memandikan purti beliau, kemudian ia bersabda, Mandikanlah ia tiga kali atau lebih jikalau engkau pandang lebih baik dari itu dengan air dan daun bidara, dan basuhlah yang terakhir dicampur dengan kapur barus.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Pada riwayat lain: Mulailah dengan penggalan badannya yang kanan dan anggota wudu dari mayat tersebut.
Dalam hadis lain dikatan sebagai diberikut:
Artinya: “Dari Ibnu Abbas, sebenarnya Nabi saw. sudah bersabda terkena orang yang mati terjatuh dari kendaraannya yaitu, Mandikanlahn ia dengan air dan daun bidara.”
(HR. Muttafaq ‘Alaih)