SMKN 1 Kota Bogor Ditinggal 50% Pendaftar

SMKN 1 Kota Bogor Ditinggal 50% Pendaftar

SMKN 1 Kota Bogor Ditinggal 50% Pendaftar

SMKN 1 Kota Bogor Ditinggal 50% Pendaftar
SMKN 1 Kota Bogor Ditinggal 50% Pendaftar

Pasca-diberlakukannya sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019,

SMK Negeri 1 Kota Bogor kehilangan hampir 50 persen pendaftar. Humas SMK Negeri 1 Kota Bogor, Nani Maryani, mengatakan, tahun ini pihaknya hanya menerima pendaftar yang terverifikasi 667 orang dari 875 pendaftar. “Kami kehilangan hampir 50 persen pendaftar, jika dibandingkan tahun lalu. Tahun sebelumnya jumlah pendaftar mencapai lebih dari 1.400 orang. Sementara pendaftar yang terverifikasi sebanyak 1.100 orang,” katanya.

Menurut Nani, hilangnya pendaftar diduga akibat diberlakukannya sistem zonasi bagi SMA negeri. “Padahal kan untuk SMK negeri itu zonasi tidak diberlakukan. Tapi karena imej masyarakat yang mengira PPDB SMK negeri pakai sistem zonasi, jadi mereka tidak berani daftar ke sini. Padahal kita sudah mengikuti semua juklak-juknis mengenai pelaksanaan PPDB ini,” bebernya.

Berdasarkan hasil evaluasi dengan kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat wilayah II Bogor

maupun dengan Dinas Pendidikan (Disdik), sambung dia, menurunnya animo masyarakat dikarenakan sistem zonasi tersebut. Dengan sistem zonasi, otomatis pendaftar luar Bogor tak berani masuk ke Kota Bogor. Sementara masyarakat sudah menyimpulkan bahwa tidak masuk zonasi, maka siswa tidak akan diterima di sekolah yang dituju.

Padahal, tambah Nani, untuk PPDB 2019 pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin

dengan sosialisasi dan jemput bola dengan mendatangi sejumlah SMP, baik negeri maupun swasta. “Selain itu, kami juga sosialisasi melalui spanduk, online dan sosialisasi lainnya, tapi hasilnya ya tetap seperti ini,” katanya.

Di sisi lain, Nani menyayangkan dengan dihapuskannya jalur untuk anak-anak guru. “Dulu keberadaan anak-anak guru sangat dihargai dan mereka diberikan porsi. Tapi kenapa dihapus dan diganti dengan jalur Perpindahan Dinas Orang Tua. Entahlah siapa juga yang dimaksud dengan orang tua yang pindah tugas itu,” paparnya.

Dari 667 pendaftar yang terverifikasi, tambah Nani, sesuai kuota SMKN 1 hanya akan menerima siswa 468 orang dengan lima jurusan dan 13 rombongan belajar yang terdiri dari jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran 108 siswa, jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga 108 siswa, jurusan Bisnis Daring Pemasaran 108 siswa, jurusan Multimedia 72 siswa serta jurusan Usaha Perjalanan Wisata72 siswa.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3D5DZ9F