Sistem Pencernaan Unggas

Sistem Pencernaan Unggas

Alat pencernaan terdiri atas saluran yang memanjang mulai dari mulut melanjut ke usus dan berakhir di lubang pelepasan atau anus (Yaman, 2010). Saluran pencernaan merupakan organ yang menghubungkan dunia luar dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metabolik dalam tubuh. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, esophaguscrop, proventikulus, gizzardduodenum, usu halus, seka, rectum, kloaka dan vent  (Suprijatna et al., 2008).

Mulut ayam tidak memliki bibir dan gigi. Peranan gigi dan bibir pada ayam digantikan oleh rahang yang menanduk dan membentuk paruh. Fungsi paruh pada unggas darat dan air berbeda. Pada unggas darat paruh terdapat lidah yang runcing yang digunakan untuk mendorong pakan menuju esophagus. Sedangkan pada unggas air paruh berfungsi untuk menyaring makanan yang terapung pada air (Rasyaf, 2008). Makanan yang telah masuk oleh pergerakan lidah itik didorong masuk ke dalam faring yang kemudiian ditelan. Makanan yang terapung – apung di air ditelan dengan bantuan alat penyaringan yang berupa lamella paralel (Suprijatna et al., 2005).

Esophagus atau kerongkongan berupa pipa tempat pakan melalui saluran ini dari bagian belakang mulut ke proventrikulus (Suprijatana et al,. 2008). Esophagus merupakan saluran lunak dan elastis yang mudah mengalami pemekaran apabila ada bolus yang masuk. Esophagus memanjang dari faring hingga proventrikulus melewati tembolok (Yuwanta, 2004).

            Tembolok adalah organ yang bebentuk kantung dan merupakan daerah pelebaran dari esophagus. Proses pencernaan di dalam tembolok sangat kecil terjadi. Fungsi utama dari tembolok adalah sebagai organ penyimpan pakan. Sedangkan pada itik memliki crop yang sedikit berbeda dibandingkan dengan ayam (Yaman, 2010). Pada itik dan unggas air pada umumnya, crop tidak berkembang secara sempurna, tidak seperti pada ayam atau burung – burung pemakan rumput. Crop semata – mata berfungsi sebagai penampung sementara bagi makanan (Yuwanta, 2008).

            Proventrikulus disebut juga perut kelenjar atau glandular stomach yang mensekresikan pepsinogen dan HCl untuk mencerna protein dan lemak. Sekresi pepsinogen dan HCl tergantung pada stimulasi saraf vagus, sekresi glandula perut ini 5 – 20 ml/jam dan mampu mencapai 40 ml ketika ada pakan (Yuwanta, 2004). suatu enzim untuk membantu pencernaan protein, dan hidrokloric acid disekresi oleh glandular cell (Suprijatna et al., 2008).

sumber :

https://compatibleone.org/jasa-penulis-artikel/