Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru PTN

Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru PTN

Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru PTN

Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru PTN
Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru PTN

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri

(SBMPTN) tahun ini menerapkan sistem baru. Siswa bisa makin bimbang saat menentukan pilihan.

NOVAL antusias dan langsung berdiri ketika diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dalam forum SBM PTN Day di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, belum lama ini. Siswa kelas XII SMA swasta di Jakarta Selatan itu mengonfirmasi sejumlah informasi yang berseliweran terkait penerimaan mahasiswa baru di PTN.

“Ada informasi bobot Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik (TPA) yang beda,” ujarnya. Ia melanjutkan, bobot untuk TPS dipatok 60 persen dan TPA 40 persen. Kemudian, diberlakukan juga sistem klaster berdasar rumpun keilmuan.

Di hadapan pimpinan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi

(LTMPT), dia meminta penjelasan, apakah memang ada ketentuan pembobotan antara TPS dan TPA tersebut. Atau, hanya komponen subtes TPA yang diberi bobot karena terkait dengan rumpun ilmu program studi (prodi) yang bakal dilamar.

Lantaran banyak informasi yang beredar tersebut, Noval mengaku belum mendaftar SBM PTN hingga saat itu. Dia masih menimbang-nimbang prodi dan kampus yang akan dipilih.

Kesibukan menghadapi SBMPTN 2019 juga dialami Irfan. Padahal, dia telah berstatus mahasiswa. Irfan tidak sibuk mendaftar untuk diri sendiri, tetapi mendampingi siswa yang akan melamar SBMPTN.
Irfan memiliki pengalaman mendampingi para siswa untuk mendaftar SBM PTN sejak 2016. Saat kuliah dia bekerja part time di sebuah bimbingan belajar (bimbel). “Job desc-nya kebetulan ngedaftarin siswa-siswa bimbel ke SBM PTN dan jalur mandiri,” jelasnya.

Irfan mengakui, ada perbedaan yang signifikan antara sistem SBM PTN tahun ini

dan sebelumnya. Menurut dia, pada sistem SBM PTN sebelumnya, pusingnya cuma sekali. Siswa menentukan jurusan dan universitas, selanjutnya tinggal mengikuti ujian SBM PTN yang digelar serentak dan menunggu pengumuman. “Tapi, kalau sekarang pusingnya jadi banyak,” katanya, lantas tertawa.

Irfan mengatakan, saat ini siswa mendaftar dan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dua kali. Meski tidak wajib dua kali, ada kecenderungan siswa ikut dua kali. Berharap pada ujian kedua nilainya lebih baik. Alasannya, sudah mengetahui gambaran soal seperti saat ujian pertama.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/