Selamatkan Bisnis, Smartfren Siap Merger

Selamatkan Bisnis, Smartfren Siap Merger

Selamatkan Bisnis, Smartfren Siap Merger

Seiring perkembangan teknologi yang tumbuh kian pesat namun

jika tidak dibarengi kemajuan industri Telco, akan ditinggalkan. Ini yang dirasakan oleh operator Smartfren.

Operator telekounikasi berwarna merah itu kalah bersaing dengan masuknya jaringan 4G di Indonesia.

“Sejak awal pemerintahan Jokowi rasanya industri Telco

diidentifikasi banyak terjadi tekanan,” kata Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), Merza Fachys di Jakarta, Rabu (20/2).

Alhasil, kata Merza, agar bisnis Smartfren tetap bertahan, maka harus menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp2,8 triliun.

“Capex ini untuk pengembangan jaringan perusahaan di tahun 2019.

Sekarang kita punya hampir 17 ribu Base Transceiver Station (BTS). Target kita tahun ini tambah jadi 20 ribu BTS,” ujar Merza.

 

Baca Juga :