PERGERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN BERAS

PERGERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN BERAS

PERGERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN BERAS

PERGERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN BERAS
PERGERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN BERAS

Pada harga beras Rp. 4.000,00 per kilogram, permintaan beras 6.000 ton per bulan. Jika harga naik menjadi Rp.6.000,00 per kilogram, permintaan turun menjadi 40.000 ton per bulan. Seandainya harga beras turun kembali menjadi 80.000 ton per bulan. Jika yang berubah adalah faktor ceteris paribus, yaitu pendapatan, maka akan terjadi pergeseran kurva permintaan (shifting).Jika pendapatan meningkat, kurva permintaan bergeser sejajar ke kanan. Jika pendapatan menurun, kurva permintaan bergeser sejajar ke kiri.

  • PERGESERAN KURVA PERMINTAAN BERAS

Jadi, jumlah barang yang diminta akan mengalami perubahaan apabila terjadi perubahaan harga (barang itu sendiri). Kenaikan harga akan menyebabkan jumlah barang yang diminta berkurang dan bila harganya turun akan menambah jumlah yang diminta. Sedangkan apabila faktor – faktor non harga yang berubah, akan menyebabkan perubahan dalam permintaan. Perubahan dalam permintaan ini ditujunkkan oleh bergesernya kurva permintaan ke kanan atau ke kiri, yang memberikan makna bahwa perubahaan faktor non harga (misalnya pendapatan konsumen naik, ceteris paribus) akan menyebabkan perubahaan permintaan (menaikkan permintaan)m yaitu pada tingkat harga yang tetap jumlah barang yang diminta bertambah.

  • FUNGSI PENAWARAN BERAS

Qs = – 40 + 5P ………………………………………………………………………………………… (2.5)

Dimana : Qs = Jumlah beras yang ditawarkan (per ton) per tahun

                  P  = Harga beras per ton (puluh juta rupiah per ton)

Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa bila harga beras per kilogram hanya Rp. 4.000,00 atau kurang produsen tidak mau menjual beras. Setiap 1 ton kenaikkan harga menyebabkan penawaran beras meningkat 5 ton. Jika yang berubah adalah faktor non harga, kurva penawaran bergeser (shifting) dari S0  ke S1.

Baca Juga :