Penjelasan Shalat fajar Lengkap

Penjelasan Shalat fajar Lengkap

Penjelasan Shalat fajar Lengkap

Penjelasan Shalat fajar Lengkap
Penjelasan Shalat fajar Lengkap

Shalat Fajar

Shalat rawatib yang dimaksud adalah shalat Tathawwu’ yang dilakukan sesudah atau sebelum shalat fardhu yang ragamnya ada lima. Oleh karena itu shalat rawatib demikian ragamnya pun akan terdiri dari lima.
Sebagian hanya bolrh dilakukan sesudah shalat fardhu, sebagian boleh dilakukan sebelum dan sesudahnya, sementar lainnya hanya boleh dilakukan sebelum shalat fardhu.
Shalat fajar adalah shalat rawatib yang dilakukan sebelum shalat subuh. Mengenai shalat fajar atau shalat sunnat sebelum shalat subuh, Tarjih dalam HPT menyatakan dilakukan ketika muncul saat fajar sebanyak dua raka’at singkat. Dasarnya ialah hadits ‘Aisyah dan hadits Hafshah berikut ini.

Hadits ‘Aisyah (1)

خَيْرٌ رَكْعَتَاالْفَجْرِ :قَالَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ النَّبِىَّ عَنِ ض ر عَائِشَةَ لِحَدِيْثِ
(وَالتِّرْمِذِىُّ مُسْلِمٌ رَوَاهُ) الدُّنْيَاوَمَافِيْهَا مِنَ
Artinya: “” Karena hadits Aisyah ra. Yang berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Dua raka’at fajar itu lebih baik dari dunia seisinya” . (Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi).

Hadits ‘Aisyah (2)

أَشَذَّ النَّوَافِلِ مِنَ عَلَىشَيْءٍ يَكُنْ لَمْ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ النَّبِىَّ أَنَّ وَعَنْهَاأَيْضًا
(الشَّيْخَانِ رَوَاهُ) الصُّبْحِ قَبْلَ عَلَىرَكْعَتَيْنِ مِنْهُ مُعَاهَدَةً
Artinya: “Dari ‘Asiyah ra. Juga, bhawa Nabi saw. Mengerjakan shalat sunnat setekun beliau mengerjakan dua raka’at sebelum Subuh.” (Diriwayatkan oleh Syaikhan).
Hadits Hafshah;
إِذَاطَلَعَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهِ اللَّهِ رَسُوْلُ كاَنَ :قَالَتْ ض ر حَفْصَةَ وَلِحَدِيْثِ
خَفِفَتَيْنِ إِلاَّرَكْعَتَيْنِ لاَيُصَلِّى الْفَجْرُ
Artinya: “Dan karena hadits Hafshah ra. Yang berkata bahwa Nabi saw. Itu apabila fajar telah menyingsing, Rasulullah hanya shalat dua raka,at singkat-singkat”.

Hadits ‘Aisyah (3)

يُصَلِّىرَكْعَتَىِ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهِ اللَّهِ رَسُوْلُ كاَنَ :قَالَتْ عَائِشَةَ وَلِحَدِيْثِ
(اَخْرَجَهُمَامُسْلِمٌ) ؟ الْقُرْأَنِ أَفِيْهِمَابِأُمِّ قَرَأَ هَلْ : أَقُوْلُ حَتَّىاِنِّى الْفَجْرِفَيُخَفِّفُ
Artinya: “Juga karena hadits ‘Asiyah ra. Yang berkata: “Rasulullah mengerjakan dua raka’at fajar itu singkat sekali, sehingga aku berkata (dalam hati) “Apakah beliau sudah membaca Fatihah?””. (Keduanya diriwayatkan oleh Muslim)
Bacaan shalat fajar. Secara khusus di sini dapat disimpulkan bahwa cara melakukan shalat fajar ialah dengan membaca surata al-Kafirun sesudah Fatihah pada raka’at pertama dan membaca surat al-Ikhlas pada raka’at kedua sesudah membaca al-Fatihah.
Dasar penetapan demikian ialah hadits Ibnu Umar di bawah ini;
يَقْرَأُ شَهْرًافَكاَنَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهِ النَّبِىَّ رَفَعْتُ :قَالَ عُمَرَ ابْنِ لِحَدِيْثِ
وَأَحْمَدُ مُسْلِمٌ رَوَاهُ) اَحَدُ هُوَاللَّهُ وَقُلْ يَاأَيُّهَاالْكَافِرُوْنَ الْفَجْرِقُلْ قَبْلَ فِىالرَّكْعَتَيْنِ
مِنْ مَاجَهْ وَابْنُ وَاَبُوْدَاوُدَوَالنَّسَائِيُّ حِبَّانَ وَابْنُ أَيْضًامُسْلِمٌ وَرَوَاهُ السُّنَنِ وَأَهْلُ
(أَبِىهُرَيْرَةَ حَدِيْثِ
Artinya: “Karena hadits Ibnu Umar yang berkata bahwa ia telah mengikuti Nabi sebulan lamanya. Maka beliau dalam shalatnya dua raka’at sebelum faja membaca surat “Qulya ayyuhal kafirun” dan surat “Qulhu wallahu ahad””. (Diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad dan ahli sunnah. Sebagai hadits tersebut diriwayatkan juga oleh Muslim, Ibnu Hibban, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majjah dan Abu Hurairah).
Selain surat al-Kafirun dan al-Ikhlas, bacaan shalat Fajar sesudah al-Fatihah ialah surat al-Baqarah ayat 138 yaitu: ‘Qulu amanna billaahi a maa unzila ilainaa dan seterusnya ayat’ untuk raka’at pertama dan surat Ali-Imran ayat 64 untuk raka’at kedua yaitu “Ya ahlal kitaabi ta’aalau ila kalimatin sawaain bainanaa wa bainakum . . . dan seterusnya ayat”, atau dari ayat al-Qur’an yang mudah dibaca.
Walaupun para ulama menetapkan mana yang untuk raka’at pertama dan kedua, kiranya dapat difahami bahwa al-Baqarah untuk yang pertama dan Ali Imran untuk raka’at kedua.
Dasarnya ialah hadits Abu Hurairah dan hadits riwayat Muslim sebagaimana kutipan HPT di bawah ini.
Hadits Abu Hurairah;
يَقْرَأُ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهِ اللَّهِ رَسُوْلُ كاَنَ : قَالَ ر ض أَبِىهُرَيْرَةَ وَلِحَدِيْثِ
:عِمْرَانَ فِىْاَلِى وَالَّتِى -اَلاَيَةَ- اِلَيْنَا وَمَااُنْزِلَ اَمَنَّابِاللَّهِ قُوْلُوْا :فِىرَكْعَتِىَالْفَجْرِ
وَأَبُوْدَاوُدَ مُسْلِمٌ رَوَاهُ) -اَلاَيَةَ- وَبَيْنَكُمْ بَيْنَنَا سَوَاءٍ تَعَالَوْاإِلَىكَلِمَةٍ الْكِتَبِ يَااَهْلَ
(وَالنَّسَائِيُّ
Artinya: “Karena hadits Abu Hurairah ra. Yang berkata bahwa Rasulullah saw. Ada kalanya membaca dalam shalat fajar, “Qulu amanna billaahi a maa unzila ilainaa . . .” seterusnya ayat 136 surat al-Baqarah dan “Ya ahlal kitaabi ta’aalau ila kalimatin sawaain bainanaa wa bainakum . . .” dan seterusnya ayat 64 surat Ali Imran”. (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan Nasai)
Hadits riwayat Muslim serta Abu Dawud;
أَبِىهُرَيْرَةَ وَلِحَدِيْثِ .بِاَنَّامُسْلِمُوْنَ وَاشْهَدْ اَمَنَّابِاللَّهِ :وَفِىالاَخِرَةِ :لِمُسْلِمٍ رِوَايَةٍ وَفِى
. (أَبُودَاوُدَ رَوَاهُ) . اللَّهُ وَبِمَاشَاءَ الْقُرْأَنِ بِاُمِّ اقْرَأْ ثُمَّ : وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ قَالَ
شِئْتَ بِمَا ثُمَّ :بِلَفْظِ حِبَّانَ ابْنِ وَفِىرِوَايَةِ
Artinya: “Dan dalam riwayat Muslim; “Pada raka’at akhir membaca: “Aa manna billaahi wasyhad biannaa muslimuun””.(Surat Ali Imran ayat 52). Dan karena hadits dari Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi saw. Bersabda: “Kemudian engkau bacalah Ummul Qur’an (Fatihah) dan apa yang disukai Allah”. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud). Dan pada riwayat Ibnu Hibban dengan kata-kata: “Kemudian (engkau baca) apa yang engkau sukai””.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/