Pengertian Kajian Kelayakan dan Resiko Investasi

Pengertian Kajian Kelayakan dan Resiko Investasi

Kelayakan investasi yang dimaksudkan adalah kelayakan investasi yang dilakukan oleh publik maupun swasta. Dalam kenyataan sehari-hari, tidak semua investasi yang dilakukan mencapai tujuannya. Oleh karena itu, maka sebelum melakukan investasi, baik swasta maupun publik, per dilakukan studi kelayakan.

Studi kelayakan dan resiko investasi adalah suatu upaya pengkajian, penelaahan, atau analisis yang menyeluruh (holistic), sistematis, dan rasional-kritis atas proyek investasi dari berbagai aspek. Kajian kelayakan bertujuan untuk menetapkan studi kegiatan proyek investasi yang akan dilaksanakan. Studi kelayakan investasi, meliputi skala usaha, lingkungan usaha, jadwal pelaksanaan, dan teknologi yang akan digunakan, aspek hukum yang terkait dengan pelaksanaan dan keberadaan proyek investasi tersebut. Studi kelayakan berujung pada kelayakan finansial, yang menunjukkan apakah proyek investasi tersebut layak (bermanfaat, atau menguntungkan stakeholder) atau tidak. Berbagai aspek kajian sebelum kelayakan keuangan sangat penting, sebab bila salah atu aspek tersebut tidak layak, maka kelayakan keuangan menjadi tidak berarti.

Studi kelayakan perlu dilakuakan sebelum investasi, baik investasi                                                                    swasta, maupun investasi oleh negara (publik), agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Kajian kelayakan secara holistic berarti bahwa kajian ini harus senantiasa memperhatikan proyek investasi secara keseluruhan sebagai suatu kesatuan, ditinjau dari berbagai aspek dan tahapan sebuah proyek.

Dengan mengkaji seluruh aspek terkait dimaksudkan suatu upaya penyelidikan kelayakan proyek investasi melalui tahapan yang logis dan berhubungan satu sama lain (tidak parsial atau terpotong-potong). Sedangkan penelaahan yang rasional dan kritis berarti bahwa upaya-upaya untuk mendalami kelayakan proyek harus dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan, metode, teknik dan alat analisis yang objektif, logis atau ilmiah. Dengan kata lain analisis kelayakan harus diarahkan pada penerimaan atau penolakan proyek menurut pertimbangan  yang matang, dan objektif,  dari berbagai aspek terkait.

Secara umum, suatu kajian kelayakan terdiri dari berbagai tahapan, seperti pemantauan atas berbagai peluang, pengkajian pendahuluan, kerangka acuan, dan analisis kelayakan. Kajian kelayakan pertama-tama perlu diawali dengan memantau berbagai peluang untuk investasi. Selanjutnya diikuti dengan aspek-aspek terkait dengan kehidupan investasi tersebut, seperti bagaimana kesinambungan investasi dan manfaatnya, misalnya bagaiman proses kesinambungan perawatannya, perbaikannya, dan seterusnya. Tahapan studi untuk masing-masing aspek ini dikenal juga sebagai tahapan studi sektoral.

Pada saat melakukan identifikasi peluang dan mempelajari prospek, gambaran diperoleh sangat umum, sehingga perlu diteliti secara lebih rinci melalui studi kelayakan sektoral, kemudian menyeluruh dan rinci mengenai rangkaian peluang investasi. Berikutnya dilakukan pemilihan terhadap salah satu atau beberapa peluang investasi yang paling prospektif dari segi manfaat, berbagai investor, masyarakat sekitar (social benefit), disamping aspek pasar, teknis operasional, dan terakhir baru aspek keuangan.

Pelaku investasi, apakah swasta (private investor) atau negara (public investor) perlu mendapat gambaran yang komprehensif dan akurat tentang kelayakan investasi yang akan dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sebelum melakukan kajian yang mendalam, pelaku investasi perlu mendapat jawaban yang jelas mengenai pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apakah proyek investasi layak dari sisi teknis operasional?
  2. Apakah organisasi dan sumber daya manusia yang menjalankan proyek dapat diandalkan?
  3. Dampak positif apa yang dihasilkan bagi kehidupan masyarakat?
  4. Apakah investasi tersebut tidak merusak lingkungan hidup?
  5. Apakah teknologi yang digunakan sudah terbukti keandalannya?
  6. Apakah ada kepastian hukum?
  7. Apakah situasi (politik dan keamanan) kondusif bagi implementasi proyek?

Khusus  untuk investasi publik, yang dilaksanakan oleh negara atau pemerintah (sebagai penyelenggara negara) ada tambahan pertanyaan yang perlu dijawab, khususnya menyangkut kepentingan masyarakat banyak (publik) yang menjadi sasaran dari keberadaan investasi tersebut misalnya:

Sumber :

https://busbagus.co.id/kicauan-barack-obama-ini-jadi-kicauan-yang-paling-banyak-di-like/