Pengertian Cerpen dan Isi Cerpen

Pengertian Cerpen dan Isi Cerpen

Pengertian Cerpen dan Isi Cerpen
Pengertian Cerpen dan Isi Cerpen

Cerpen merupakan prosa fiksi yang menceritakan suatu peristiwa istimewa yang dialami oleh tokoh utamanya. Bila dibandingkan dengan novel, cerpen dianggap lebih sederhana karena alur (jalan cerita) yang disajikan tidak harus lengkap. Pengarang mungkin memulai ceritanya dari klimaks sampai penyelesaian atau dari pemaparan sampai klimaks saja.
Cerpen berisi penyajian kisah yang singkat atau pendek dan umumnya mengenai kehidupan sehari-hari.

Hal-Hal yang Menarik dalam Cerpen
Cerpen banyak disukai oleh pembaca. Hal ini dikarenakan, selain bentuknya yang singkat, permasalahannya sederhana dan isinya selalu aktual seperti yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, hal-hal yang menarik dalam cerpen berkaitan dengan bentuk, tema, dan isinya. Oleh karena itu, dapat pula dikatakan bahwa hal-hal menarik dalam cerpen dapat dilihat dari unsur intrinsiknya.

Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur intrinsik cerpen dapat menjadi hal-hal menarik dalam cerpen tersebut. Unsur intrinsik cerpen meliputi: tema, alur, sudut pandang, tokoh serta penokohan, latar, amanat, dan gaya bahasa. Sekilas tentang unsur-unsur tersebut akan dijelaskan berikut ini.

1) Tema Cerpen
Tema merupakan pokok cerita atau ide pokok yang mendasari cerita. Tema cerpen umumnya berkaitan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca. Jadi, hal yang menarik dalam sebuah cerpen juga dapat dikaji dari temanya. Selanjutnya, alur merupakan rangkaian peristiwa dalam cerpen tersebut. Alur disusun dengan menarik sehingga dapat menimbulkan keingintahuan pembaca. Alur pun dapat menjadi suatu hal yang menarik dalam sebuah cerpen. Alur dapat dibedakan menjadi alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

2) Sudut Pandang Cerpen
Sudut pandang dalam cerpen berkaitan dengan cara penulis cerpen menyampaikan karyanya. Apakah ia menjadi tokoh yang masuk dalam cerpennya dan menggunakan kata ganti orang pertama, atau dia menjadi pengamat di luar cerpen dengan menggunakan kata ganti orang ketiga.

3) Tokoh dan Penokohan Cerpen
Tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang sangat menarik. Sebuah cerpen umumnya mengandung pelaku atau tokoh. Tokoh tersebut dapat bersifat baik ataupun jahat. Karakter tokoh, baik ataupun jahat dapat dilukiskan dengan penokohan. Jadi, penokohan berfungsi membedakan tokoh yang satu dengan yang lainnya. Unsur tokoh dan penokohan dapat menjadi hal yang menarik dalam cerpen. Hal ini dikarenakan umumnya unsur tersebut sangat menarik perhatian pembaca.

4) Latar Cerpen
Latar atau setting cerpen tidak hanya berkaitan dengan tempat di mana peristiwa dalam cerpen terjadi. Akan tetapi, juga berkaitan dengan waktu dan suasana. Jadi, unsur latar menggambarkan setting yang mendasari peristiwa dalam cerpen tersebut secara keseluruhan.

5) Alur Cerpen
Rangkaian peristiwa dalam cerpen dinamakan alur cerpen. Alur cerpen dibedakan menjadi tiga, yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Alur maju maksudnya, cerpen tersebut merangkaikan peristiwa demi peristiwa dari peristiwa lampau maju ke peristiwa kini. Sementara itu, alur mundur maksudnya, peristiwa disajikan dari peristiwa masa kini mundur ke peristiwa masa lampau. Alur campuran artinya menggunakan alur maju dan alur mundur.

6) Amanat Cerpen
Sebuah cerpen tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga membawa pesan moral. Pesan tersebut dinamakan juga amanat. Amanat dalam sebuah cerpen menjadi suatu hal yang sangat menarik karena menjadikan cerpen lebih bermanfaat. Selain itu, gaya bahasa yang digunakan penulis cerpen juga dapat dipandang sebagai hal yang menarik. Hal ini dikarenakan gaya bahasa tiap penulis tidaklah sama. Setiap penulis tentunya memiliki kekhasan masing-masing.

Penggunaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung dalam Cerpen
Sebuah karya fiksi umumnya menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung. Tahukah kamu, apa yang dimaksud kalimat langsung dan kalimat tidak langsung? Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan apa yang diujarkan orang secara cermat. Sementara, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan apa yang diujarkan orang. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya, kalimat berita, ataupun kalimat perintah. Bagian kutipan dalam kalimat tidak langsung semuanya berupa kalimat berita.

Baca Juga :