Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pengelolaan Lingkungan Hidup

  1. Lingkungan Hidup Dan Manusia

Lingkungan hidup merupakan komponen penting dari kehidupan manusia begitu pun sebaliknya kehidupan manusia memiliki pengaruh besar terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Sebuah contoh sederhana bisa diberikan untuk mehggambarkan interaksi timbal balik antara manusia dan lingkungan hidup.

Komponen-komponen lingkungan hidup itu merupakan sumber mutlak manusia untuk mempertahankan atau meneruskan kehidupannya. Begitu pentingnya interaksi antara manusia dengan lingkungan hidupnya dapat digambarkan dalam pernyataan bahwa hanya dalam lingkungan hidup yang optimal, manusia dapat berkembang dengan baik, dan hanya dengan manusia yang baik lingkungan akan berkembang ke arah yang optimal.

Interaksi antara manusia dan lingkungan hidup merupakan proses saling mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung.

Apa yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah semua benda, daya dan kondisi yang terdapat dalam suatu tempat atau ruang yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia dan makhluk hidup. Pengertian lain yang lebih luas dapat diberikan untuk menjelaskan lingkungan hidup yaitu kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (Siahaan, 1987:2-3).

Antroposentrisme adalah suatu pandangan yang menempatkan manusia , sebagai pusatnya. Istilah kerusakan lingkungan merupakan konsep  antroposentris, yaitu memandang lingkungan hidup dari sudut pandang  kepentingan manusia. Begitu sentralnya kepentingan manusia maka apabila  terjadi pencemaran lingkungan hidup akibat kegiatan manusia sering kali  diabaikan dengan alasan demi kepentingan hidup orang banyak. Dengan demikian, kelestarian dan kerusakan lingkungan hidup sangat bergantung pada sikap masyarakat terhadap lingkungan hidup itu sendiri.

Farde (1963:463) melihat bahwa “antara lingkungan alam dan kegiatan manusia selalu ada perantara yang menghubungkannya. Yaitu sekumpulan tujuan dan nilai-nilai, seperangkat pengetahuan dan kepercayaan dengan kata lain dinamakan pola-pola kebudayaan”. Dengan kebudayaan, manusia  dapat memahami serta menginterpretasikan lingkungan, alam dan seluruh  isinya, menyeleksi hal-hal yang berguna baginya dan dimanfaatkan untuk ; memenuhi kebutuhan-kebutuhan bagi kelangsungan hidupnya, dan;, melakukan adaptasi terhadap lingkungan alamnya.

  1. Lingkungan Hidup Perkotaan

Saudara mahasiswa, salah satu ciri utama dari masyarakat  dan kebudayaan kota adalah kepadatan relatif penduduk dan kompleksitasnya. kompleksitas kola tercermin dari berbagai sistem, organisasi, serta struktur yang terdapat di kota, dan berbagai pola tingkah laku warga kota dalam berbagai interaksi sosial yang terjalin.

Lingkungan hidup perkotaan merupakan lingkungan penduduk kota-yang terwujud dari proses perubahan dan pembentukan yang terus-menerus baik oleh pemerintah kota maupun penduduk sendiri untuk kebutuhan dan kesejahteraan penduduk kota.

Suatu lingkungan hjdup perkotaan dapat dilihat secara menyeluruh sebagai suatu sistem maupun sebagai terdiri atas bagian-bagian„atau segmen-segmen yang merupakan suatu sistem tersendiri yang secara keseluruhan.

Perubahan besar dalam keseimbangan lingkungan hidup di kota sangat dipengaruhi oleh perkembangan tingkat kebudayaan manusia, pertambahan penduduk, dan perkembangan industri dan teknologi. Dampak dari pertambahan penduduk terlihat antara lain dari pesatnya alih fungsi lahan dari persawahan atau perladangan menjadi tempat tinggal, tempat usaha, tempat pendidikan, kantor atau pun tempat olah raga. Perkembangan industri dan teknologi bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan, seperti 1) pencemaran udara; 2) pencemaran air; 3) pencemaran tanah; dan 4) kebisingan.

 

  1. Aktivitas Ekonomi Dan Lingkungan Hidup

Saudara  mahasiswa,  dimensi  ekonomi  memegang peranan  penting terhadap kualitas lingkungan hidup. Interaksi antara aktivitas ekonomi dan lingkungan merupakan hal yang tidak bisa dihindari berdasarkan beberapa pertimbangan   (Dasgupta,    1982):    1)   sumber   daya   lingkungan   sering merupakan milik bersama; 2) resolusi dari masalah lingkungan biasanya melibatkan  perusahaan  dalam  alokasi  hak pemilikan  dan pengusahaan (property rights); 3) penggunaan sumber daya bisa jadi tidak bisa diubah (irreversible); 4) stok sumber daya kadang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan; 5) dampak lingkungan dari jenis-jenis aktivitas tertentu adalah bersifat kumulatif dan hanya bisa diketahui pada saat yang akan datang; dan 6) konsekuensi lingkungan dari aktivitas ekonomi adalah tidak menentu (uncertain).

Aktivitas ekonomi meliputi dua aspek utama yaitu aspek-preduksi-dan aspek konsumsi barang-barang dan jasa. Produksi merupakan aktiv&as-yang menghasilkan barang dan jasa, sedangkan konsumsi adalah kegiatan menggunakan barang-barang dan jasa tersebut. Sementara itu, lingkungan menyediakan tiga fungsi utama, yaitu 1) sebagai tempat kembalinya limbah (sink). Aktivitas produksi dan konsumsi barang-barang dan jasa menghasilkan limbah atau produksi sisa (waste products, residuals) yang semuanya akan bermuara ke lingkungan alam. 2) sebagai-sumber daya (resources). Alam lingkungan menyediakan bahan-bahan mentah (rem materials) yang ditransformasi dengan menggunakan energi untuk menghasilkan barang-barang dan jasa melalui proses produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 3) sebagai. sumber kesenangan atau rekreasi (amenity services). Secara praktis, aktivitas ekonomi dan lingkungan saling berinteraksi dan menentukan satu sama lain. Aktivitas ekonomi menghendaki adanya pertumbuhan ekonomi yang mantap untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai meningkatnya kapasitas kegiatan ekonomi dalam memproduksi barang-barang dan jasa antar waktu.

yang paling ekstrem tentang hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan adalah teori Malthusian yang dikemukakan oleh Malthus. Teori Malthus didasarkan atas hukum alam, bahwa sumber daya alam adalah terbatas dan penduduk meningkat pada batas-batas subsistensi. Keterbatasan alam menggambarkan kelangkaan dan kecenderungan dinamis dari penduduk menekan secara terus-menerus pada batas-batas subsistensi. Ketidaksesuaian antara jumlah lahan yang terbatas dengan penyediaan subsistensi (kebutuhan hidup) bagi penduduk yang meningkat secara terus-menerus pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan dalam ouput per kapifa dan kemandekan pertumbuhan. Dalam hal ini, Malthus berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa berlangsung secara terus-menerus karena adanya hambatan dari lingkungan.

  1. Pengelolaan Lingkungan Hidup

Lalu, apakah pengelolaan lingkungan hidup itu? Pengelolaan lingkungan hidup Lalu, apakah pengelolaan lingkungan hidup itu? Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha sadar untuk memelihara atau dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup agar kebutuhan dasar manusia terpenuhi dengan sebaik-baiknya. Pengelolaan lingkungan hidup haruslah bersifat lentur karena persepsi dan ukuran tentang kebutuhan dasar tidaklah sama untuk semua golongan dan berubah-ubah dari waktu ke waktu. Dengan kelenturan pengelolaan lingkungan hidup akan memperluas pilihan golongan masyarakat tertentu untuk mendapatkan kebutuhan dasarnya atau menutup secara dini pilihan itu di kemudian hari (Soemarwoto, 1985:69).

Ruang lingkup pengelolaan lingkungan sangatlah luas, namun bisa digolongkan ke dalam empat kategori, yaitu: pertama, pengelolaan lingkungan secara rutin. Kedua, perenQanaan dini pengelolaan lingkungan suatu daerah yang menjadi dasar dan tuntunan bagi perencanaan pembangunan. Ketiga, perencanaan pengelolaan lingkungan berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan terjadi sebagai akibat suatu program pgmbangunan yang sedang direncanakan. Keempat, perencanaan pengelolaan i lijggkungan untuk memperbaiki lingkungan yang mengalami kerusakan, baik karena sebab alamiah maupun karena tindakan manusia.

Tidak adanya perencanaan dini pengelolaan lingkungan di suatu dgerah akan mengakibatkan berbagai masalah lingkungan, seperjj pencemaran badan air yang menjadi sumber air minum, pencemaran udara karena arah angin menghembus dari daerah industri ke kota, menyusutnya air tanah karena penyedotan yang lebih besar dari penyediaan, mengeringnya sumber air karena daerah tampung hujan dijadikan daerah pemukiman, banjir karena perkembangan pariwisata di daerah pegunungan di sekitarnya sangat berlebihan dan tidak mengindahkan fungsi hidrologi hutan.

Ada dua syarat yang harus dipenuhi ketika melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yaitu rencana kegiatan dan garis dasar. Dua syarat ini muncul berkaitan dengan arti dampak itu sendiri. Dampak adalah pengaruh suatu kegiatan.

Untuk kasus-kasus proyek yang telah selesai dilaksanakan, digunakan metode lain untuk mempelajari suatu perubahan (dampak) maupun suatu kondisi lingkungan tertentu. Salah satu metode yang dapat dipakai adalah Analisis Manfaat dan Risiko Lingkungan (AMRIL). AMRIL memiliki kesamaan dengan AMDAL. Dibandingkan dengan AMDAL yang hanya memfokuskan pada dampak negatif maka dalam AMRIL baik dampak positif maupun negatif mendapat perhatian yang sama. Tujuannya adalah untuk memperbesar dampak yang positif dan memperkecil dampak negatif. ftengan demikian diharapkan proyek itu bisa memberikan manfaat sebesar-besamya.

Metode kerja AMRIL berbeda dari AMDAL yang memerlukan syarat diketahuinya rencana kegiatan dan adanya garis dasar. AMRIL mengidentifikasikan manfaat dan risiko lingkungan yang ada, memperkirakan kementakan terjadinya, besarnya dan penyebarannya dalam ruang dan waktu, mengevaluasi dan akhirnya menyusun perencanaan pengelolaan lingkungan berdasarkan hasil penelitian (Soemarwoto, 1985:89). Keterbatasan AMDAL lainnya adalah AMDAL hanya mempelajari dampak proyek terhadap lingkungan.

  1. Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Dalam konsep dasar pembangunan yang berwawasan lingkungan ada dua aspek penting yang menjadi perhatian utama yaitu lingkungan (edology, the environment) dan pembangunan (development). Oleh karena itu, pembangunan berwawasan lingkungan berarti pembangunan yang baik dari titik pandang ekologi atau lingkungan (ecologically sound development).


Sumber:

https://montir.co.id/photo-editor-pro-apk/