pengambilan keputusan

pengambilan keputusan

pengambilan keputusan
pengambilan keputusan

Kata kunci ketiga yaitu pengambilan keputusan, merupakan tujuan utama dari penggunaan informasi keuangan. Pengambilan keputusan dalam akuntansi dibagi menjadi dua, pengambilan keputusan internal dan pengambilan keputusan eksternal. Pengambilan keputusan internal adalah pengambilan keputusan bagi pihak internal yaitu manajemen, untuk kepentingan terkait pengendalian sumber daya (input) dan hasil (output) yang dikelola, pertanggungjawaban, dan perancangan strategi. Sedangkan pengambilan keputusan eksternal adalah pengambilan keputusan bagi pihak eksternal seperti kreditur dan pemilik, untuk kepentingan terkait pemberian pinjaman, analisis kinerja, atau penambahan modal. Selain itu, pihak eksternal lain seperti pemerintah, akan membutuhkan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan terkait dengan pengelolaan pajak dan sumber daya ekonomi.

Kata kunci terakhir, yaitu pihak-pihak berkepentingan (stakeholders), adalah seluruh pihak yang memiliki kepentingan atas entitas, termasuk di dalamnya adalah pihak-pihak berelasi (related parties). Entitas perlu melaporkan laporan keuangan bagi pihak-pihak berkepentingan sebagai bentuk akuntabilitas (pertanggungjelasan) dan transparansi atas kegiatan entitas dalam menggunakan uang. Namun, tujuan utama penyediaan informasi keuangan entitas adalah memberikan dasar bagi pihak-pihak berkepentingan dalam pengambilan keputusan, terutama terkait dengan keputusan-keputusan ekonomik. Berikut ini merupakan contoh beberapa pihak-pihak berkepentingan dan kaitannya dengan kebutuhan informasi untuk pengambilan keputusan.

Pihak-Pihak Berkepentingan Pengambilan Keputusan Terkait
Manajemen (internal) Pengendalian, perancangan strategi
Pemilik (eksternal) Terkait kinerja manajemen, penambahan modal
Kreditor (eksternal) Pemberian pinjaman
Pemerintah (eksternal) Perpajakan, strategi ekonomi makro
Pelanggan (eksternal) Loyalitas
Pemasok (eksternal) Kerjasama pemasokan barang dagangan

Tabel 1.1 Pihak Berkepentingan dan Pengambilan Keputusan

Berdasarkan pihak-pihak berkepentingan dan tujuan pengambilan keputusan, laporan keuangan dibedakan menjadi dua. Laporan keuangan yang tujuan penyajiannya untuk seluruh pihak berkepentingan disebut dengan laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements), sedangkan laporan keuangan yang tujuan penyajiannya untuk pihak-pihak tertentu disebut dengan laporan keuangan bertujuan khusus (specific purpose financial statements).

Laporan keuangan bertujuan umum dan khusus muncul karena setiap stakeholder memiliki kepentingan yang berbeda-beda atas entitas. Perbedaan kepentingan ini menimbulkan bentrokan kepentingan (conflict of interest). Sebagai contoh, investor ingin melihat laba yang tinggi, namun manajemen ingin menyajikan laba yang rendah sehingga pajak yang dibayar rendah (padahal pemerintah juga ingin melihat laba yang tinggi agar pembayaran pajak tinggi) dan agar karyawan tidak menuntut kenaikan gaji atau bonus. Perbedaan kepentingan semacam ini diatasi menggunakan laporan keuangan bertujuan umum. Tentu saja pembuatan laporan keuangan bertujuan umum diatur dalam standar akuntansi sedemikian rupa sehingga manajemen tidak dapat melakukan kecurangan-kecurangan didalamnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa lingkup pengaturan standar akuntansi adalah untuk laporan keuangan bertujuan umum.

Selain laporan keuangan bertujuan umum, entitas juga menyiapkan laporan keuangan bertujuan khusus untuk pihak-pihak tertentu yang berkepentingan atas entitas. Laporan keuangan bertujuan khusus ini menyajikan informasi yang lebih banyak dan lebih detail, tergantung dari kebutuhan informasi pihak tertentu tersebut. Contoh dari laporan keuangan bertujuan khusus adalah laporan pajak dan laporan prospektus.

Berikut ini definisi laporan keuangan bertujuan umum dalam PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan,

Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut sebagai ‘laporan keuangan’) adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan.

SAK Syariah menjelaskan laporan keuangan bertujuan umum dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah sebagai berikut,

Kerangka dasar ini membahas laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements), yang selanjutnya hanya disebut “laporan keuangan”, termasuk laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pengguna. Beberapa di antara pengguna ini memerlukan dan berhak untuk memperoleh informasi tambahan di samping yang tercakup dalam laporan keuangan. Namun demikian, banyak pengguna sangat bergantung pada laporan keuangan sebagai sumber utama informasi keuangan dan karena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka. Laporan keuangan dengan tujuan khusus seperti prospektus dan perhitungan yang dilakukan untuk tujuan perpajakan tidak termasuk dalam kerangka dasar ini.

Baca Juga ;