Pemeriksaan Radiologis

Pemeriksaan Radiologis

  1. Mammografi

Pemeriksaan mammografi tahunan hasilnya disebut mammogram, diberikan secara rutin untuk orang-orang yang sehat dan tidak diduga mengalami kanker payudara.Tujuannya adalah untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin sebelum gejala kanker berkembang dan biasanya lebih mudah untuk ditangani. (Alhamsyah,2009)

Mamografi dilakukan bila ada indikasi, sebagai berikut:

  1. Skrining pada wanita yang mempunyai faktor resiko tinggi untuk mendapat kanker payudara.
  2. Jika massa / benjolan yang teraba pada payudara tidak jelas.
  3. Jika dokter meraba adanya benjolan pada kelenjar getah bening aksila (ketiak) dan supra klavikula (diatas tulang klavikula / leher) walaupun tidak disertai terabanya massa / benjolan pada payudara.
  4. Untuk usia 40 – 50 tahun dilakukan 2 tahun sekali, sedangkan lebih dari 50 tahun dilakukan setahun sekali (Nawasasi,2006)
  5. Ultrasonografi (USG)

USG payudara adalah pemeriksaan payudara menggunakan gelombang suara.USG dapat membedakan benjolan berupa tumor padat atau kista. USG biasa digunakan untuk mengevaluasi masalah payudara yang tampak pada mammogram dan lebih direkomendasikan pada wanita usia muda (di bawah 30 tahun). Pemeriksaan USG saja tanpa mammografi tidak direkomendasikan untuk deteksi kanker payudara.Tetapi dengan kombinasi USG dan mammografi, kelainan pada payudara dapat ditentukan dengan lebih akurat.

USG saat ini cukup banyak dilakukan karena tidak bersifat invasif dan tidak semahal pemeriksaan lainnya.Tetapi, efektifitas pemeriksaan USG sangat tergantung dari pengalaman dan keahlian operator.

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Untuk wanita dengan risiko tinggi kanker payudara, pemeriksaan MRI direkomendasikan bersama dengan mammografi tahunan.MRI menggunakan magnet dan gelombang radio untuk memproduksi gambar irisan tubuh. Pemeriksaan MRI akan jaruh lebih bermanfaat bila menggunakan zat kontras.

MRI merupakan alat deteksi kanker yang lebih sensitif dari mammografi, tetapi MRI memiliki nilai positif palsu yang lebih tinggi, maksudnya sering muncul gambaran kelainan payudara yang ternyata bukan kanker.Itu sebabnya MRI tidak direkomendasikan sebagai alat skrining untuk wanita tanpa risiko tinggi kanker payudara.

  1. PET Scan

Ini adalah pemeriksaan terbaru yang dapat menggambarkan anatomi dan metabolisme sel kanker. Zat kontras disuntikkan lewat vena dan akan diserap oleh sel kanker. Derajat penyerapan zat kontras oleh sel kanker dapat menggambarkan derajat histologis dan potensi agresivitas tumor. PET Scan tidak direkomendasikan untuk skrining rutin kanker payudara.

  1. Biopsi

Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan yang akan diperiksa oleh dokter ahli Patologi Anatomi. Jaringan akan dilihat di bawah mikroskop sehingga dapat ditentukan ada tidaknya sel kanker.Biopsi dilakukan ketika tes lainnya memberikan indikasi kuat bahwa Anda terkena kanker payudara.

Terdapat beberapa cara biopsi :

  1. Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)

Biopsi ini menggunakan jarum sebesar jarum suntik biasa dan tidak memerlukan persiapan khusus.Jaringan diambil menggunakan jarum halus di area tumor.

 

sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/05/seva-mobil-bekas/