Pada abad VII dan VIII H

Pada abad VII dan VIII H

Pada abad VII H. ‘Ulumul Qur’an terus berkembang dengan ditandai mulai tersusunnya ‘Ulum Majaz Al-Qur’an dan Ilmu Qira’ah Al-Qur’an. Diantara ulama yang besar andilnya dalam pengembangan ‘UlumulQur’an pada abad VII H. Ini adalah :

  1. ‘AllamadDin as Sakhawi (Wft: 643 H.). yang menyusun ilmu qira’ah dalam kitab Jamal alQurrawa Kamal al Iqra
  2. Abu Syamah (Wft : 655 H.) yang menyusun al Mursyid alWajizfimaYata’allaqubiAl-Qur’an.
  3. Ibnu Abd as Salam al ‘Izz (Wft : 660 H.) yang telah memlopori penulisan Ilmu MajazAl-Qur’an dalam sebuah kitab.

Dan pada abad VIII H. Telah muncul pula beberapa ‘Ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang Al-Qur’an. Disamping itu penulisan kitab-kitab tentang ‘UlumulQur’an tetap berjalan. Diantara ‘Ulama yang terkenal di bidang yang satu ini adalah :

  1. Ibnu AbialIshba’ yang menyusun buku ‘Ilmu badai’ Al-Qur’an
  2. Ibn alQayyim yang menyusun buku ‘Ilmu AqsamAl-Qur’an
  3. Jam adDinathThusi yang menyusun buku ‘Ilmu HujajAl-Qur’an
  4. Abul Hasan alMawardi menyusun buku ‘Ilmu AmtsalAl-Qur’an
  5. Bar adDinazZarkasyi yang menyusun buku al Burhan fi ‘UlumulQur’an (terdiri atas 4 jilid).
  1. Pada abad IX dan X H.

Pada abad IX H. Dan permulaan abad X H. Semakin banyak karya-karya tentang ‘UlumulQur’an. Pada abad inilah perkembangan ‘UlumulQur’an mencapai puncak kesempurnaannya. Diantara ulama yang menyusun kitab ‘UlumulQur’an pada abad ini adalah :

  1. JalaladDinalBulqini yang menusun buku Mawaqi’ al ‘Ulum min Mawaqi’ an Nujum. Menurut as Suyuthi, bahwa alBulqini adalah pelopor penyusun ‘UlumulQur’an yang lengkap, karena bukunya meliputi 50 macam ilmu Al-Qur’an.
  2. Muhammad Ibn Sulaiman alKafiyaji yang menyusun at Tafsir fiQawaidat Tafsir
  3. JalaladDin as Suyuthi yang menyusun buku atTahbirfi ‘Ulumat Tafsir. Kitab ini selesai pada tahun 872 dan merupakan buku’UlumulQur’an yang paling lengkap karena ia memuat 102 macam ilmu Al-Qur’an. Kemudian beliau menyusun buku alItqanfi ‘UlumAl-Qur’an yang lebih padat dan sistematis, berisi 80 macam ilmu.

Setelah as Suyuthi wafat, perkembangan ‘UlumulQur’an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti bersama dengan berhentinya kegiatan ulama dalam mengembangkan ‘UlumulQur’an. Kondisi seperti itu mungkin diakibatkan oleh telah meluasnya virus suap taklid buta yang dalam sejarah ilmu-ilmu agama (falsafah, fiqh, ilmu kalam, dsb ). Sikap ini mulai muncul setelah masa as Suyuthi ini. Keadaan semacam itu berlangsung sejak beliau wafat hungga akhir abad XIII H.

  1. Pada abad XIV H.

Ketika sejarah memasuki abad XIV H. Perhatian para ‘ulama Al-Qur’an dalam menyusun kitab-kitab tentang ilmu Al-Qur’an dari berbagai segi bangkit kembali setelah tertidur beberapa waktu lamanya. Diantara ulama uang bergerak dalam bidang ‘UlumulQur’an pada abad ini adalah:

  1. Jamal adDinalQasimi yang menyusun MahasinatTa’wil
  2. Tahir alJazairi yang menyusun buku atTibyan
  3. Muhammad Abdil ‘AdhimazZarqani menyusun buku Manahilal Irfan
  4. Muhammad Ali Salamah yang menyusun buku ManhajalFurqan
  5. Thanthawial Jauhari  yang menyusun bukualJawahirfi Tafsir Al-Qur’an
  6. Muhammad ShadiqarRifa’i yang menyusun buku I’jazAl-Qur’an
  7. Mustafa alMaraghi yang menyusun buku tafsir alMaraghi
  8. Said Quthub yang menyusun buku fiDilalAl-Qur’an
  9. Muhammad Rasyid Ridla yang menyusun buku tafsir Al-Qur’an
  10. Dr. Muhammad Abdullah Darras dengan bukunya anNaba’ al ‘Adhimdan DhaahrahJadidahfialQur’an
  11. Malik Ibn Nabi dengan bukunya adhdhahirahalQur’aniyyah
  12. Muhammad alGhazali dengan bukunya NadhrahfialQur’an

sumbe r:

https://koruptorindonesia.co.id/2020/04/28/forest-rescue-2-apk/