Mengenal Tentang Sabuk Venus (Belt of Venus)

Mengenal Tentang Sabuk Venus (Belt of Venus)

Mengenal Tentang Sabuk Venus (Belt of Venus)

Mengenal Tentang Sabuk Venus (Belt of Venus)
Mengenal Tentang Sabuk Venus (Belt of Venus)

Sabuk Venus

(nama dewi Venus Romawi) adalah batas berwarna merah muda kecoklatan yang memisahkan berkas bayangan bumi  yang berwarna gelap, dengan langit di atasnya.

Sabuk Venus (Venus Belt)

sebenarnya adalah bayangan Bumi yang tampak pada sisi timur atau arah yang berlawanan dengan arah terbenamnya matahari. Fenomena alam ini akan tampak sangat baik ketika suasana langit tak berawan, namun sangat berdebu, khususnya pada saat senja, setelah matahari terbenam. Biasanya terjadi 10 – 15 menit setelah matahari terbenam.

Pada saat itu, atmosfir bumi memendarkan cahaya matahari yang terbenam, dan tampak sebagai cahaya kemerahan (pink) dan kecoklatan, yang  muncul di antara langit dan cakrawala, sekitar 50 – 100 mil dari tempat kita berdiri.

Terbentuknya Sabuk Venus

Tiga menit setelah matahari terbenam, akan tampak “pita” merah muda mulai redup, tetapi dengan warna yang lebih kaya. Setelah itu yang tampak hanya pita tipis merah muda pada kebiruan langit.

Enam menit setelah matahari terbenam, akan tampak pita biru tua di bawah pita merah muda (pink) dan bentuknya mulai lebih jelas, Bnetuknya tampak membulat dengan bagian tengah lebih tinggi dibanding bagian tepinya.

 

Sebenarnya yang kita lihat itu adalah bayangan bumi. Matahari sekarang terletak sekitar 100 mil di sisi barat, dan Cahaya tersebut masih dipancarkan oleh atmosfer ke sisi  timur, tapi sekarang,  sebagian terhalang oleh Bumi itu sendiri. Jadi bagian paling rendah dari atmosfer yang berlawanan dengan posisi matahari terbenam, tidak lagi menyala.

Lima belas menit

setelah matahari terbenam, warna merah muda akan hilang. Tapi bayangan bumi masih bisa terlihat di sebelah timur sebagai punuk, di langit yang tampak lebih gelap, di sepanjang cakrawala – persis kebalikan dari situasi normal, dimana langit terang di sepanjang cakrawala dan gelap menuju zenit.

Saat itulah merupakan  awal dari suatu malam. Segera, bayangan Bumi akan nampak dan secara dramatis gelap akan datang, dan akhirnya akan menutupi seluruh langit.

Terdapat 2 alasan memerahnya cakrawala pada subuh atau petang hari.Pertama adalah kuatnya hamburan cahaya biru, yang melalui lapisan uadara yang tipis saat matahari sedang rendah,kedua adalah “extinction” yang disebabkan oleh partikel debu. Inilah yang menyebabkan bagian spektrum warna merah menjadi dominan.

 

(Sumber: https://balad.org/)