Materi Penyuluhan Kehutanan

Materi Penyuluhan KehutananMateri Penyuluhan Kehutanan

Penyuluhan kehutanan merupakan suatu upaya ahli teknologi kehutanan dengan memberikan pendidikan luar sekolah yang sasarannya kepada petani atau masyarakat yang telah membentuk kelompok, supaya adanya peningkatan pengetahuan, kemampuan, kesadaran dan keterampilan dalam memanfaatkan lahan miliknya, pengamanan, serta sumberdaya alam dapat dilestarikan (Departemen Kehutanan, 1996). Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 mendefinisikan penyuluhan kehutanan sebagai suatu proses dalam mengembangkan pengetahuan, perilaku, dan sikap kelompok masyarakat yang menjadi sasaran supaya mereka memiliki pengetahuan, kemauan, serta kemampuan untuk memahami serta melaksanakan dan mengelola usaha di bidang kehutanan sehingga pendapatan dapat meningkat serta kesejahteraan sekaligus adanya kepedulian dan partisipasi secara aktif dalam melestarikan hutan serta lingkungannya.

Penyuluhan kehutanan pada dasarnya bertujuan untuk menambah dan meningkatnya pengetahuan serat keterampilan yang dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat yang menjadi sasaran agar mau dan mampu memberikan dukungan terhadap pembangunan kehutanan sehingga hasil sumberdaya hutan dapat diperoleh keuntungannya.
Prinsip penyuluhan kehutanan adalah pemberdayaan masyarakat, dunia usaha, serta pihak lain yang terlibat dalam pembangunan kehutanan sebagai suatu investasi untuk tercapainya sumberdaya hutan yang aman dan lestari sehingga dapat dijadikan sebagai aset negara (Departemen Kehutanan, 1996).
Tuntutan penyuluhan kehutanan mengarah pada suatu capaian yang menjadikan masyarakat sasaran menjadi mandiri dalam pembangunan kehutanan. Untuk mencapai tuntutan tersebut maka perlu diketahui sasaran yang menjadi indikator dalam pembangunan kehutanan sehingga kegiatan yang dilakukan menjadi terarah dan terstruktur. Sasaran tersebut menurut Departemen Kehutanan (1996) adalah sebagai berikut:

Masyarakat di dalam dan sekitar hutan;

  • Kalangan dunia usaha yang bergerak dalam bidang kehutanan;
  • Aparat pemerintah baik pusat maupun daerah yang terlibat dengan pembangunan kehutanan
  • Tokoh adat, pemuka agama serta generasi muda dan para pihak lain yang memiliki keterlibatan dengan sektor kehutanan.
Selain sasaran, maka yang memiliki peran dalam mewujudkan terciptanya pembangunan kehutanan secara lestari dipegang oleh seorang penyuluh. Seorang penyuluh kehutanan memiliki potensi sebagai kunci dalam mewujudkan pembangunan kehutanan yang aman dan lestari. Hal itu searah dengan tulisan Najib & Rahwita (2010) yang menuliskan bahwa seorang penyuluh kehutanan harus menjadi ahli karena memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan bimbingan terhadap petani hutan atau masyarakat sasaran supaya kemampuan terbaik-nya dapat diberikan saat melakukan pengelolaan hutan. Demi mencapainya hal tersebut maka seorang penyuluh harus memiliki kriteria tersendiri. Kriteria yang dimaksud adalah seorang penyuluh mempunyai kompeten di bidangnya sendiri serta mampu berkomunikasi secara efektif dan cepat tanggap dalam menghadapi setiap permasalahan dan pertanyaan yang nantinya akan diajukan oleh para petani hutan.
Sumber: https://kabarna.id/tiga-operator-lolos-administrasi-lelang-2-1ghz/