Kualitas Air Budidaya Ikan Cupang Hias

Kualitas Air Budidaya Ikan Cupang Hias

Kualitas Air Budidaya Ikan Cupang Hias

Kualitas Air Budidaya Ikan Cupang Hias
Kualitas Air Budidaya Ikan Cupang Hias

Bagi anda yang membutuhkan panduan budidaya ikan cupang hias catatan singkat ini bisa menjadi salah satu referensi untuk memulai membudidayakan ikan cupang tersebut. Untuk mempersingkat waktu silahkan anda melanjutkan membacanya di bagian bawah ini.

Kualitas air

Seperti pemeliharaan ikan hias pada umumnya, kualitas air yang digunakan dalam pemeliharaan ikan cupang harus disesuaikan dengan syarat hidupnya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya akan berjalan secara optimal..

Derajat keasaman (pH)

Derajat keasaman dapat didefinisikan sebagai besarnya kandungan hydrogen di dalam air. Di sebut juga pondus hydrogenii (pH). Hubungan pH dengan kehidupan ikan sangat erat. Titik kematian ikan biasanya terjadi pada pH 4 atau asatu dan pH 11 atau basa. Di habitat asalnya, ikan cupang sangat cocok berkembang pada kondisi air yang memiliki pH sebesar 6,2-7.

Ketidak idealan pH air yang dipakai untuk budidaya cupang hias akan sangat berpengaruh terhadap tingkat perkembangan dan pertumbuhan ikan ini.

  •     Tidak memiliki nafsu makan
  •     Cara beremingnya tidak stabil, gelisah,  dan sradak-sruduk.
  •     Kondisi sisik kasar.
  •     Tidak mampu berkembang biak atau bertelur
  •     Pertumbuhannya terhambat.

Kesadahan Air

Di habitat asalnya, ikan cupang sangat cocok berkembang pada kondisi air yang memiliki kesadahan 8°-10° dH. Untuk mengetahui kesadahan air dapat digunakan alat ukur sainity tester atau hardness meter.

Amonia dan nitrit

Untuk mengurangi kandunagn ammonia dan nitrit dapat dilakukan denagn cara penggantian air, pmberian aerasi, penguapan, atau reaksi kimia dengan oksigen.

Oksigen terlarut

umpan ikan mas – Seperti umumnya bangsa ikan, ikan cupang memperoleh oksigen dan air. Selama ini, ikan cupang dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap rendahnya oksigen terlarut dalam air. Artinya pada kondisi air yang memiliki oksigen terlarut dalam air. Artinya pada kondisi air yng memiliki oksigen terlarut 3mg/l, ikan cupang masih sanggup hidup dengan baik.

Sumber air

  •     Air sumur

Air sumur atau air tanah umumnya kebersihannya lebih terjamin dan hanya mengandung gas dan mineral. Namun, ada kemungkinan air sumur juga mengandung material  organic meskipun jumlahnya sedikit.    Kandungan material anorganik dan bakteri sangat tergantung dan dalam atau dangkalnya sumur. Makin lama makin sedikit kandungan material anorganik dan bakteri tersebut.

  • Air sungai

Kondisi air sungai sangat tergantung pada daerah atau tanah yang dialirinya. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan kemungkinan terlarutnya material di sepanjang alirannya. Karena itu sebaiknya sebelumnya digunakan, terlebih yang keruh, dimasukan dan diendapkan dalam kolam pengendapan sampai emulsi tanah atau lumpur mengendap sehingga air menjadi jernih.

  • Air PAM

Air PAM termasuk air yang paling bersih dibandingkan dengan dus sumber diatas karena sudah melewati proses penyaringan dan pembunuhan bakteri. Namun, umumnya kandungan klorinya lebih banyak sehingga harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Cupang hias memerlukan protein untuk kekuatan dan pembentukan tubuh dan membutuhkan vitamin dan mineral-mineral penting lainnya untuk aktivitas dan menjaga daya tahan tubuhnya.