Kriteria Pengetahuan (Arikunto, 2005)

Kriteria Pengetahuan (Arikunto, 2005)

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian atau responden ke dalam pengetahuan yang ingin diketahui atau diukur dapat disesuaikan dengan tingkatan tersebut di atas. Sedangkan kualitas pengetahuan pada masing-masing tingkat pengetahuan dapat dilakukan dengan kriteria, yaitu :

  1. Tingkat pengetahuan baik jika jawaban responden dari kuesioner yang benar 76 – 100 %
  2. Tingkat pengetahuan cukup jika jawaban responden dari kuesioner yang benar 56 – 75 %
  3. Tingkat pengetahuan cukup jika jawaban responden dari kuesioner yang benar < 56 %

2.2    Konsep Ibu hamil

Ibu hamil adalah wanita yang mengandung janin dalam rahim karena setelah dibuahi oleh spermatozoa (Tim penyusun pusat bahasa, 2001 : 385).

2.3    Konsep USG

2.3.1    Pengertian

Ultrasonografi (USG) merupakan suatu metoda diagnostik dengan menggunakan gelombang ultrsonik , untuk mempelajari struktur jaringan berdasarkan gelombang ekho dari gelombang ultrasonik yang dipantulkan oleh jaringan (Sarwono.P, 2006).

Ultrasonografi (USG) adalah tekhnik radiologi yang pertama kali dikembangkan dalam tahun 1960-an, yaitu letak struktur tubuh yang dalam dilihat dengan merekam pantulan (ekho) gelombang ultrasonik yang diarahkan langsung kepada jaringan. (WHO, 2002)

2.3.2    Indikasi Pemeriksaan USG Obstetri

Sebetulnya belum ada keseragaman mengenai indikasi pemeriksaan USG dalam kehamilan. Di beberapa negara Eropa, pemeriksaan USG dikerjakan secara rutin sedikitnya 1-2 kali selama kehamilan. Di Amerika Serikat pemeriksaan USG tidak dikerjakan secara rutin, melainkan atas indikasi klinis, yaitu bila dalam pemeriksaan klinis dijumpai keadaan yang meragukan atau mencurigakan adanya kelainan dalam kelainan. Indikasi tersebut antara lain : 1) usia kehamilan yang tidak jelas; 2) tersangka kehamilan multipel; 3) perdarahan dalam kehamilan; 4) tersangka kematian mudigah/janin; 5) tersangka kehamilan ektopik; 6) tersangka kehamilan mola; 7) terdapat perbedaan tinggi fundus uteri dan lamanya amenorea; 8) persentasi janin yang tidak jelas; 9) tersangka pertumbuhan janin terhambat; 10) tersangka janin besar; 11) tersangka oligohidramnion atau olihidramnion; 12) penentuan profil biofisik janin; 13) evaluasi letak dan keadaan plasenta; 14) adanya resiko dan tersangka cacat bawaan; 15) sebagai alat bantu dalam tindakan obstetrik dalam, seperti versi luar, versi ekstraksi, plasenta manual dan sebagainya; 16) tersangka kehamilan dengan IUD, 17) tersangka kehamilan dengan kelainan bentuk uterus; 18) tersangka kehamilan dengan tumor pelvik; 19) sebagai alat bantu dalam tindakan intervensi dalam kehamilan, seperti amniosentesis,biopsi villi koriales, tranfusi intrauterin, fetokopi, dan sebagainya (Sarwono.P. 2006).

2.3.3    Kontraindikasi

Hingga saat ini tidak dikenal adanya kontraindikasi pemeriksaan USG dalam kehamilan.

  1. Cara Memperoleh Pengetahuan
  2. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
  3. Definisi Pemanasan Global
  4. Historiografi di Indonesia