Kontroversi Ajaran Ahmadiah

Kontroversi Ajaran Ahmadiah

Menurut ajaran islam, Ahmadiyah dianggap melenceng dari ajaran islam sebenarnya karena mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Isa Al Masih dan Imam Mahdi, hal yang bertentangan dengan pandangan umumnya kaum muslimin yang mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir. Perbedaan Ahmadiyah dengan islam pada umunya juga pada penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Ahmadiah sering dikaitkan dengan kitab Tazkirah yang sebenarnya bukan kitab suci bagi ahmadia, namun hanya merupakan satu buku yang berisi kumpulan pengalaman rohani pendiri jemaat Ahmadiah, layaknya Diary. Adapula yang menyebut bahwa kota suci Jemaat Ahmadiah adalah qadian dan Rabwah. Adanya kota suci Jemaah Ahmadiah adalah sama dengan kota suci umat islam lainnya, yakni Mekkah dan Madina

      Amir Nasional Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Abdul Basit menegaskan Jamaah Ahmadiyah meyakini bahwa pangkat Nabi Muhammad SAW sebagai khatamun Nabiyyin (Penutup Para Nabi) tidak menutup munculnya nabi setelah Muhammad SAW.

Dengan perkataan ini, telah jelas bahwa Ahmadiyah merupakan ajaran yang sesat dan menyesatkan bahkan fatwa Ulama mengkafirkan ajaran ini. Walaupun Ahmadiyah berkali-kali mengatakan percaya, yakin kepada Al-quran tapi kenyataannya Ahmadiayah mendustakan dan meragukannya juga karena telah jelas dalam Firman Allah SWT:

 « ما كان محمد ابا أ احد من رجالكم ولكن رسو ل الله وخاتم النبين و كان الله بكل شيء عليما«

              Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al ahzab: 40)

 Kata penutup para nabi ini telah jelas bahwa tidak  ada nabi sesuda Nabi Muhammad SAW. Kalau Jamaah Ahmadiayah benar-benar berpedoman kepada Al-quran maka seharusnya tidak mempercayai Pria yang berkebangsaan India Hazrat Mirza Ghulam Ahmad  sebagai Nabi dan Rasul. Abdul Basit menegaskan bahwa Jamaah Ahmadiyah meyakini bahwa pangkat Nabi Muhammad saw sebagai khatamun nabiyyin (Penutup Nabi) tidak menutup munculnya nabi setelah Muhammad SAW , berarti abdul Basit meragukan firman Allah (Al-Quran) karena apa yang tertera di dalamnya semua benar dalam surah Al-Baqorah disebutkan :

Sumber :

https://menitpertama.id/city-car-stunts-3d-apk/