KHASIAT MAKANAN DAN MINUMAN SURGA

KHASIAT MAKANAN DAN MINUMAN SURGA

KHASIAT MAKANAN DAN MINUMAN SURGA

KHASIAT MAKANAN DAN MINUMAN SURGA
KHASIAT MAKANAN DAN MINUMAN SURGA

AIR KAFUR

Air kafur adalah minuman istimewa para penghuni Surga yang mata airnya berasal dari telaga al kautsar, sebagaimana firman-Nya :
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur (yaitu) mata air (dalam Surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. (QS. Al Insaan, 76:5-6).

AIR JAHE

Zingiber officinale atau biasa dikenal dengan nama Jahe, banyak digunakan sebagai bumbu dapur maupun obat-obatan. Rimpang jahe mengandung senyawa kimia berupa Ginger oil, minyak terbang, limonele, alfa-linolenat dan tepung kanji.
Sedangkan Khasiat jahe di antaranya sebagai anti-inflamasi, anti-tromotik, anti-karsinogen dan anti-tumor. Selain itu, jahe juga dapat menyembuhkan batuk kering menahun, gatal-gatal, luka lecet, luka bakar, luka tikam, gigitan ular serta meningkatkan daya tahan tubuh. Merangsang pelepasan hormon adrenalin, memperlebar pembuluh darah,sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Tubuh pun menjadi lebih hangat, kerja jantung memompa darah lebih ringan. Akibatnya, tekanan darah menjadi turun.

Al Qur’an menyebut jahe dengan zanjabil dan dikisahkan kelak para penghuni Surga akan diberikan minuman yang campurannya adalah jahe dari mata air Surga (salsabil).
Allah berfirman :
Di dalam Surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe (yang didatangkan dari) sebuah mata air Surga yang dinamakan salsabil. (QS. Al Insaan, 76:17-18).

KHAMAR YANG TIDAK MEMABUKAN

Khamar berasal dari bahasa Arab artinya menutupi. Jenis minuman yang memabukkan (menutupi kesehatan akal). Islam memandang khamar sebagai salah satu faktor utama timbulnya gejala kejahatan, seperti menghalangi seseorang beribadah kepada Allah SWT.

Khamar yang memabukkan itu disebut induk kejahatan karena orang yang mabuk akan hilang kendali kesadarannya. Oleh karena itu, meminum khamar termasuk salah satu dosa besar. Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Tabrani dari Abdullah bin Umar yang artinya,

“Khamar adalah ibu kejahatan dan terbesar dosa-dosa besar dan barangsiapa meminum khamar, maka akan meninggalkan salat dan terjatuh (menggauli) ibu dan bibinya.’’ Nabi SAW juga menggambarkan orang yang meminum khamar ibarat orang yang menyembah berhala, artinya telah hilang Islamnya. (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Adapun hikmah mengapa diharamkan minum khamar, antara lain untuk menjaga kebutuhan primer yang bersifat darurat yaitu, dien, akal, harta, kehormatan dan keluarga. Karena jika seseorang telah kecanduan minum khamar, maka kelima hal di atas berantakan. Sedangkan khamar yang disediakan oleh Alloh SWT didalam Surga adalah khamar yang enak dan tidak memabukan, sebagaimana firman-Nya :

Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir, (warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya. (QS. Ash Shaffaat, 37:45-47).

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/sayyidul-istigfar/

AIR SUSU DAN MADU

Air susu dan madu adalah minuman yang tersedia di Surga, berdasarkan firman-Nya :
(apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa yang didalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh didalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Robb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? (QS. Muhammad, 47:15).

DAGING BURUNG

Di Surga terdapat apa saja yang diinginkan oleh penghuninya, termasuk daging burung yang lezat, nikmat dan bergizi, sebagaimana firman-Nya :
Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. Al Waaqi’ah, 56:18-21).