Karya Sastra yang Terkenal Di Kerajaan Kediri

Karya Sastra yang Terkenal Di Kerajaan Kediri

Karya Sastra yang Terkenal Di Kerajaan Kediri

Karya Sastra yang Terkenal Di Kerajaan Kediri
Karya Sastra yang Terkenal Di Kerajaan Kediri

1.Kitab Baratayuda

Kitab   Baratayudha ditulis   pada   zaman   Jayabaya,   untuk   memberikan  gambaran  terjadinya  perang  saudara  antara  Panjalu melawan Jenggala. Perang saudara itu digambarkan dengan perang antara Kurawa dengan Pandawa yang masing-masing merupakan keturunan Barata.

2.Kitab Kresnayana

Kitab Kresnayana ditulis oleh Empu Triguna pada zaman Raja Jayaswara.  Isinya  mengenai  perkawinan  antara  Kresna  dan  Dewi Rukmini.

3.Kitab Smaradahana

Kitab Smaradahana ditulis pada zaman Raja Kameswari oleh Empu Darmaja. Isinya menceritakan tentang sepasang suami istri Smara dan Rati yang menggoda Dewa Syiwa yang sedang bertapa. Smara  dan  Rail  kena  kutuk  dan  mati  terbakar  oleh  api  (dahana)  karena  kesaktian  Dewa  Syiwa.  Akan  tetapi,  kedua  suami  istri  itu  dihidupkan  lagi  dan  menjelma  sebagai  Kameswara dan permaisurinya. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

4.Kitab Lubdaka

Kitab  Lubdaka  ditulis  oleh  Empu  Tanakung  pada  zaman  Raja  Kameswara.  Isinya  tentang  seorang  pemburu  bernama  Lubdaka.  Ia  sudah  banyak  membunuh.  Pada  suatu  ketika  ia  mengadakan  pemujaan  yang  istimewa  terhadap  Syiwa,  sehingga  rohnya  yang  semestinya  masuk  neraka,  menjadi  masuk surga.

Raja   yang   terakhir   di   Kerajaan   Kediri   adalah   Kertajaya   atau   Dandang   Gendis.   Pada   masa   pemerintahannya,   terjadi   pertentangan antara raja dan para pendeta atau kaum brahmana, karena Kertajaya berlaku sombong dan berani melanggar adat. Hal ini memperlemah pemerintahan di Kediri.Para brahmana kemudian mencari perlindungan kepada Ken Arok yang merupakan penguasa di Tumapel. Pada tahun 1222 M, Ken Arok dengan dukungan kaum brahmana  menyerang  Kediri.  Kediri  dapat  dikalahkan  oleh  Ken  Arok.