Jenis-Jenis Test Pap Smear

Jenis-Jenis Test Pap Smear

  1. Test Pap smear konvensional: lihat gambar diatas.
  2. Thin prep Pap: biasanya dilakukan bila hasil test Pap smear konvensional kurang baik/kabur. Sample lendir diambil dengan alat khusus (cervix brush), bukan dengan spatula kayu dan hasilnya tidak disapukan ke object-glass, melainkan disemprot cairan khusus untuk memisahkan kontaminan, seperti darah dan lendir sehingga hasil pemeriksaan lebih akurat.
  3. Thin prep plus test HPV DNA: dilakukan bila hasil test Pap smear kurang baik. Sampel diperiksa apakah mengandung DNA virus HPV.

Hasil negatif palsu tidak berarti ada kesalahan yang dibuat, banyak faktor yang menyebabkan negatif palsu, yaitu:

  1. Pengambilan sel yang tidak cukup
  2. Lokasi lesi tidak dapat dijangkau
  3. Sel abnormal meniru sel benigna
  4. Walau sel abnormal dapat terdeteksi, waktu berada di pihak anda. Kanker serviks memerlukan beberapa tahun untuk berkembang. Jika satu tes tidak dapat mendeteksi sel abnormal, maka tes selanjutnya akan dapat mendeteksi kanker (Anonymus,2008).

American cancer society merekomendasikan papsmear pertama sekitar 3 tahun setelah hubungan seksual pertama atau setelah usia 21 tahun. Setelah usia 21 tahun petunjuknya sebagai berikut :

Usia (tahun) Frekuensi
21 – 29 Sekali setahun Pap smear regular atau setiap 2 tahun menggunakan Pap smear berbasis cairan
30 – 69 Setiap 2 – 3 tahun jika anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan
Lebih dari 70 Anda dapat menghentikan Pap smear jika anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan dan Pap smear anda normal selama 10 tahun
  1. Pemeriksaan visual dengan Asam Asetat (IVA)

Yaitu pemeriksaan leher rahim dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5 %. Bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih yang disebut dengan aceto white ephitelum, maka kemungkinan ada kelainan pada tahap pra kanker.Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan untuk analisis IVA, yaitu:

  1. IVA Negatif = Serviks normal
  2. IVA Positif = Serviks dengan radang (Servisitis) atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).
  3. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white ephitelum).
  4. IVA Kanker serviks.

Berbeda dengan test Pap smear, pemeriksaan dengan metode IVA juga dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat menstruasi, saat asuhan nifas atau paska keguguran. Bila hasilnya bagus, kunjungan ulang untuk tes IVA adalah setiap 5 tahun.

baca juga :