Ini Bisnis Transformasi Digital yang Disasar AirAsia

Ini Bisnis Transformasi Digital yang Disasar AirAsia

Ini Bisnis Transformasi Digital yang Disasar AirAsia

Ini Bisnis Transformasi Digital yang Disasar AirAsia

AirAsia Group menyatakan keseriusannya

untuk ekspansi bisnis ke berbagai sektor digital. Empat sektor yang disasar meliputi lifestyle, logistic, big pay serta sektor finansial (asuransi).

Deputy Group CEO Airline Business Bo Lingam, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari model bisnis yang tepat. Dia menjelaskan bahwa AirAsia Group khususnya berbasis di Malaysia saat ini memiliki layanan financial technology melalui market place AirAsia.com, teleport (logistik), big pay serta lifestyle dan entertainment.

“Ini sudah berjalan sendiri-sendiri. Kami tinggal mengintegrasikan dan menyiapkan model bisnis yang tepat,” ucapnya di Kantor Pusat AirAsia Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/7/2019).

Bo menjelaskan modal yang dimiliki AirAsia Group

saat ini memanfaatkan basis data penumpangnya. AirAsia sendiri memiliki data hingga 500 juta penumpang di seluruh dunia. Hal ini menjadi modal besar mengembangkan lini bisnis yang tidak hanya sektor maskapai saja.

“Ke depan, pelanggan kami bisa mem-booking aktivitasnya. Apakah dia itu mau berselancar di Bali dua pekan ke depan atau menikmati salju di Eropa, dari sisi akomodasi mulai dari perhotelan, logistik hingga pembayaran akan kami siapkan. Pelanggan kami hanya membawa diri saja,” ujarnya.

Belum diketahui berapa investasi yang dikeluarkan AirAsia untuk mengembangkan lini bisnis ini. Namun sebagai informasi di Indonesia sendiri, aplikasi fintech dan big pay saat ini sedang menunggu proses dari Otoritas Jasa Kuangan (OJK).

Head Communication AirAsia Group Audrey Progastama Petriny

mengatakan, big pay atau dompet elektronik bisa digunakan untuk sistem pembayaran elektronik berbentuk kartu. “Di Malaysia ini sudah berjalan, saat ini proses mengintegrasikannya ke berbagai lini usaha seperti lifestyle dan hiburan seperti apa, begitu juga dengan logistik maupun finansial (asuransi). Jadi ini transformasi bisnis ke depan yang akan mengubah AirAsia bukan hanya sebagai bisnis maskapai saja,” ujarnya.

Sedangkan bisnis logistik atau kargo, akan dimanfaatkan melalu jasa transportasi dengan dukungan 200 pesawat yang dimiliki AirAsia di seluruh dunia.

Baca Juga :