Imam Besar Istiqlal: Demokrasi Harus Disyukuri

Imam Besar Istiqlal Demokrasi Harus Disyukuri

Imam Besar Istiqlal: Demokrasi Harus Disyukuri

Imam Besar Istiqlal Demokrasi Harus Disyukuri
Imam Besar Istiqlal Demokrasi Harus Disyukuri

Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan,

demokrasi yang diterapkan di Indonesia harus disyukuri karena membuka peluang bagi rakyat dari kalangan mana saja untuk tampil sebagai pemimpin.

Menurut dia, di Timur Tengah yang mayoritas penduduknya Muslim masih banyak negara yang pemimpinnya ditentukan oleh segelintir orang berdarah biru.

“Jangan mimpi bisa menjadi kepala negara kalau tidak ada turunan darah birunya,” kata Nasaruddin yang juga Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Bahwa di dalam proses demokrasi ada riak-riak yang timbul, menurut Nasaruddin,

hal itu adalah bumbu-bumbu demokrasi.

“Lebih baik seperti itu daripada terlihat suasana yang adem, tetapi sebenarnya terlihat mencekam. Kalau itu terjadi, ledakannya bisa seperti di Suriah, Irak, Afghanistan. Tentunya kita tidak ingin seperti itu,” ujar Nasaruddin.

Mantan Wakil Menteri Agama ini pun mengajak umat Islam sebagai penduduk mayoritas negara ini untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk mendinginkan suasana yang sempat memanas sehubungan dengan pesta demokrasi.

Nasaruddin mengajak umat Islam memperbanyak ibadah, silaturahmi, saling memaafkan, d

an menahan diri untuk tidak saling menyakiti. Ia mengimbau elite politik dan tokoh publik untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memanaskan suasana.

“Kita jangan menjadi faktor penyebab situasi semakin keruh, tetapi jadilah faktor yang dapat membikin situasi menjadi lebih tenang,” kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Ia mengingatkan, bangsa Indonesia harus lebih fokus untuk membangun negeri ini, juga sumber daya manusianya, agar bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah maju lainnya.

“Dan kalau perlu kita bisa melebihi negara-negara lainnya. Karena kita ini kan berobsesi ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur’, yakni negeri yang sangat indah dan penuh dengan pengampunan Tuhan,” kata Nasaruddin.

 

Baca Juga :