IKATAN PENCAK SILAT SELURUH INDONESIA (1948)

IKATAN PENCAK SILAT SELURUH INDONESIA (1948)

IKATAN PENCAK SILAT SELURUH INDONESIA (1948)

Dengan semakin banyaknya perguruan silat di Indonesia, maka muncullah gagasan untuk membuat organisasi resmi untuk menaungi hal tersebut. Upaya ini sebenarnya telah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Perhimpunan Pencak Silat Indonesia pernah menggabungkan segala aliran pencak silat di seluruh nusantara pada 1922 bertempat di Segalaherang, Subang.

Di Yogyakarta juga pernah dilakukan upaya serupa. Beberapa pendekar seperti R Brotosoetarjo dari Budaya Indonesia Mataram, Mohamad Djoemali dari Taman Siswa, RM Harimurti dari Krisnamurti, Alip Puwowarso dari Setia Hati berkumpul dan mendirikan Gabungan Pencak Mataram (Gapema) pada 1943. Gapema merupakan kesatuan pendekar-pendekar di Yogyakarta yang juga turut berjuang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ada pula Gapensi (Gabungan Pencak Seluruh Indonesia) pada 1947 di Yogyakarta. Untuk itu, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) atau sekarang disebut KONI membuat sebuah gagasan Konferensi Pencak Silat pada 1948. Tokoh-tokoh dari berbagai perguruan dan aliran silat berkumpul di Surakarta pada 18 Mei 1948. Mereka kemudian sepakat membentuk Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSSI).

Dengan didirikannya IPSSI ini diharapkan pencak silat dapat dikembangkan dan dilestarikan hingga seluruh nusantara sebagai suatu ekspresi kebudayaan nasional. Program awal dari IPSSI adalah mempersatukan aliran-aliran pencak silat Indonesia dan juga ingin memasukkan pencak silat di sekolah-sekolah.

Pencak Silat pun akhirnya diperkenalkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 1948 di Solo. Saat itu, dipertunjukkan 1.000 pesilat anak-anak dalam demonstrasi senam pencak pada pembukaan PON, tepatnya 8-12 September 1948. Pencak Silat pun menjadi pengisi rutin di setiap PON meski sebagai pengisi acara untuk hiburan. Baru pada PON ke-8, Pencak Silat akhirnya dipertandingkan di PON hingga sekarang,

Pada 1950, IPSSI berganti nama menjadi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Terdapat dualisme kepeimpinan saat munculnya PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia) yang berisi pendekar-pendekar di wilayah Jawa Barat untuk melawan pergolakan gerakan separatis DI/TII saat itu. Namun akhirnya konfli tersebut bisa diatasi sehingga induk organisasi pencak silat Indonesia ada di tangan IPSI hingga sekarang.

Pada 1973, secara resmi Pencak Silat dipertandingkan di PON ke-8 di Jakarta. Pada saat itu, sebanyak 15 daerah mengirimkan masing-masing 106 atlet putra dan 22 atlet putri untuk cabang Pencak Silat. Sejak saat itu pula, pencak silat menjadi olahraga yang sejajar dengan olahraga lain yang dipertandingkan.


Baca Juga :