Gerak Tropisme

Gerak Tropisme

Tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Tropisme positif adalah gerak yang arahnya menghampiri atau mendekati rangsangan, dan  tropisme negatif merupakan gerak yang arahnya menjauhi rangsangan.

      Berdasarkan jenis rangsangannya, tropisme dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu geotropisme (gravitasi), fototropisme (cahaya), tigmotropisme (sentuhan), kemotropisme (kimia), termotropisme (temperatur), dan hidrotropisme (air).

2.1.1 Fototropisme

Tropisme yang disebabkan oleh rangsangan cahaya disebut fototropisme atau dapat juga disebut heiotropisme karena rangsangan cahayanya adalah cahaya matahari. Hal tersebut disebabkan terdapat penyebaran bahan tertentu yang tidak simetris yang bertindak sebagai penghambat pertumbuhan, bahan-bahan ini lebih terkonsentrasi pada sisi batang yang diterangi cahaya.

Fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Contoh dari fototropisme adalah pertumbuhan koleoptil rumput menuju arah datangnya cahaya. Koleoptil merupakan daun pertama yang tumbuh dari tanaman monokotil yang berfungsi sebagai pelindung lembaga yang baru tumbuh Fototropisme disebut juga heliotropisme. Fototropisme berkaitan erat dengan zat tumbuh yang terdapat pada ujung tumbuhan yang disebut auksin. Pada sisi batang yang terkena cahaya, zat tumbuh lebih sedikit daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya. Akibatnya, sisi batang yang terkena cahaya mengalami pertumbuhan lebih lambat daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya sehingga batang membelok ke arah cahaya. Beberapa hipotesis menyebutkan fototropisme disebabkan kecepatan pemanjangan sel-sel pada sisi batang yang lebih gelap lebih cepat dibandingkan dengan sel-sel pada sisi lebih terang karena adanya penyebaran auksin yang tidak merata dari ujung tunas. Hipotesis lainnya menyatakan bahwa ujung tunas merupakan fotoreseptor yang memicu respons pertumbuhan. Fotoreseptor adalah molekul pigmen yang disebut kriptokrom dan sangat sensitif terhadap cahaya biru. Namun, para ahli menyakini bahwa fototropisme tidak hanya dipengaruhi oleh fotoreseptor, tetapi juga dipengaruh oleh berbagai macam hormon dan jalur signaling.

baca ua: