Fokus Kualitas Dulu

Fokus Kualitas Dulu

Fokus Kualitas Dulu

Fokus Kualitas Dulu
Fokus Kualitas Dulu

USULAN penggabungan program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) bisa jadi disambut antusias oleh sebagian masyarakat, karena seseorang bisa memeroleh gelar magister secara lebih cepat.

Dengan penggabungan tersebut, mahasiswa hanya membutuhkan waktu lima tahun untuk meraih gelar magister. Tetapi usulan dari Rektor UI Prof Gumilar Rusliwa Somantri ini perlu dikaji lebih lanjut, karena tiap usulan pasti ada nilai positif dan negatifnya.

Nilai positif dari usulan ini adalah mempersingkat masa studi, sehingga dapat menghasilkan lebih banyak akademisi muda yang bergelar magister. Efisiensi usia akan memperpanjang masa bakti untuk berkreasi dan berinovasi dengan ilmu yang dimilikinya. Lulusan pascasarjana yang masih muda akan lebih produktif, kreatif, dan inovatif.

Jika dipandang dari sudut yang lain, usulan ini bisa menjadi masalah yang pragmatis. Penyingkatan masa studi akan mempertebal citra budaya instan dalam pendidikan kita. Padahal pendidikan selalu mengutamakan proses, sehingga hasilnya bisa maksimal. Instanisasi dalam pendidikan hanya akan menghasilkan lulusan yang kurang berkompeten.

Orientasi memperbanyak lulusan pasacasarjana jelas akan berimbas pada orientasi kuantitas semata. Sarana dan prasarana pendidikan di negara kita masih sangat minim. Seharusnya yang perlu dipikirkan lebih lanjut adalah perbaikan sistem, sarana, dan prasarana pendidikan untuk mengangkat kualitas pendidikan. Profesionalisme pengajar di berbagai tingkat pendidikan mesti ditingkatkan.

Patut dipertanyakan juga, apakah pendidikan kita sudah siap dengan usulan di atas, dengan keterbatasan yang ada. Penggabungan S1 dan S2 pasti akan merubah sistem birokrasi. Usulan penggabungan di atas sangat tepat jika kualitas pendidikan sudah ditingkatkan terlebih dulu. Upaya peningkatan pendidikan bisa dilakukan melalui penambahan anggaran pendidikan.

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/tanks-a-lot-mod/