Epistemologi Filsafat Dakwah

Epistemologi Filsafat Dakwah

Epistemologi Filsafat Dakwah

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani “episteme” dan “logos”.Episteme artinya pengetahuan (knowledge), “logos” artinya “teori”. Dengan demikian epistemologi secara etimologis berarti teori pengetahuan. Epistemologi adalah cabang dari filsafat yang membahas persoalan apa dan bagaimana cara seseorang memperoleh pengetahuan, merupakan bagian dari filsafat tentang refleksi manusia atas kenyataan, yang menguraikan metode ilmiah sesuai dengan hakikat pengertian manusia.

Menurut penulis epistemologi filsafat dakwah adalah teori pengetahuan tentang sumber dakwah, metode dakwah, esensi dan validitas (kebenaran ilmu dakwah) sehingga memiliki pengertian yang lebih luas.

Menurut Dagobert D. Runes. Seperti yang di tulis Mujamil Qomar, beliau memaparkan bahwa epistemology adalah membicarakan mengenai hakikat ilmu. Yakni kajian filosofis terhadap sumber, metode, esensi, dan validitas (kebenaran ilmu) dakwah .

  1. Sumber dakwah dan ilmu dakwah

Dalam ilmu dakwah sumber ilmu berhubungan dengan kenyataan yang ditunjuk oleh pengertian yang terkandung dalm symbol dakwah. Dalam beberapa literature disebutkan bahwa sumber-sumber ilmu terdiri dari empat macam yaitu akal, intuisi, indra, dan otoritas. Dengan istilah yang tidak sama dalam literature lain disebutkan bahwa sumber ilmu itu terdiri dari wahyu, akal, dan alam. Menurut Muhammad Iqbal, seperti dinyatakan Danusiri sumber ilmu adalah afaq (alam semesta), anfus(ego/diri), dan tarikh (sejarah).

  1. Metodelogi keilmuan dakwah

Metodologi berasal dari bahasa yunani, yaitu metodos (cara/jalan) danlogos (teori/pengetahuan sistematis). Secara sederhana metodologi mengandung arti sesuatu cara, teknik atau jalan yang telah dirancang atau telah dipakai dalam proses intelektual guna memperoleh pengetahuan jenis apapun, baik pengetahuan akal sehat, humanistic, dan historis atau pengetahuan filsafati dan pengetahuan ilmiah. Dalam hal ini metode yang dimaksud adalah metode ilmiah yaitu cara kerja untuk dapat memahami dan menjelaskan objek yang menjadi kajian ilmu dakwah. Metode ilmu dakwah itu secaar garis besar meliputi:

  1. Metode (Manhaj) Istinbath
  2. Metode (Manhaj) iqtibas
  3. Metode (Manhaj) Istiqra

Sumber: https://rajasatour.id/torchlight-apk/