eknik Operasional Persampahan

eknik Operasional Persampahan

Kegiatan teknis operasional persampahan, secara umum terdiri dari kegiatan sebagai berikut :

  1. Pewadahan sampah (on storage)
  2. Pengumpulan sampah (collection)
  3. Pemindahan sampah (transfer)
  4. Pengangkutan sampah (intermediate treatment)
  5. Pembuangan akhir (final disposal)
  1.    Pewadahan Sampah

      Pewadahan sampah adalah suatu cara penampungan sampah sebelum dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Tujuan utama dari pewadahan adalah menghindari terjadinya sampah yang berserakan, sehingga dapat menimbulkan gangguan lingkungan baik dari segi kesehatan dan kebersihan.

Secara umum pewadahan sampah dikelompokkan ke dalam 2 jenis atau pola pewadahan, yaitu:

  1. Pewadahan individu yaitu untuk menampung sampah dari masing-masing sumber sampah.
  2. Penampungan Komunal yaitu untuk menampung lebih dari satu sumber sampah

      adapun syarat pewadahan sampah adalah sebagai berikut :

  • Awet dan kedap air
  • Mudah untuk diperbaiki
  • Ekonomis
  • Ringan dan mudah diangkat

Adapun kriteria penentuan ukuran atau volume pewadahan sampah ditentukan berdasarkan beberapa aspek yaitu:

  • Jumlah penghuni dalam satu rumah
  • Tingkat hidup masyarakat
  • Frekuensi pengambilan atau pengumpulan sampah
  • Sistem pelayanan, individual atau komunal
  1. Pengumpulan Sampah

            Pengumpulan sampah adalah cara atau proses pengambilan sampah mulai dari tempat pewadahannya sampai ke tempat pengumpulan sementara atau sekaligus diangkut ke tempat pembuangan akhir.

            Pengumpulan umumnya dilaksanakan oleh petugas kebersihan kota atau swadaya masyarakat. Adapun pola pengumpulan sampah terdiri dari:

  1. pola indidvidual langsung, proses penanganan sampah dengan cara mengumpulkan sampah dari masing-masing sumber dan di angkut langsung ke TPA tanpa melalui proses pemindahan. Dengan persyaratan sebagai berikut:
  • Kondisi topografi bergelombang (rata-rata >80%)
  • Kondisi jalan cukup lebar dan operasi tidak mengganggu pemakaian jalan lain.
  • Kondisi dan jumlah alat memungkinkan.
  • Jumlah timbunan sampah besar.
  1. pola individual tidak langsung, proses penanganan sampah dengan cara mengumpulkan sampah dari masing-masing sumber dan di angkut ke TPA dengan sarana pengangkut melalui proses pemindahan. Dengan persyaratan sebagi berikut :
  • Memungkinkan pengadaan lokasi pemindahan
  • Dibutuhkan kondisi topografi yang relatif datar
  • Lebar jalan memungkinkan dilalui oleh alat pengumpul
  • Organisasi harus siap dengan sistem pengendalian.
  1. pola komunal langsung, proses penanganan sampah dengan cara mengumpulkan sampah dari masing-masing titik perwadahan komunal dan diangkut langsung ke TPA tanpa melalui proses pemindahan, dengan syarat sebagai berikut :
  • Alat angkut terbatas
  • Peran serta mayarakat yang tinggi
  • Wadah komunal ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan dilikasi yamg mudah dijangkau oleh alat pengangkut
  • Untuk pemukiman tidak teratur
  1. Pola komunal tidak langsung, proses penanganan sampah dengan cara pengumpulan sampah dari masing-masing titik perwadahan komunal dan diangkut ke TPA dengan sarana pengangkut melalui proses pemindahan dengan syarat sebagai berikut:
  • Lahan atau lokasi pemindahan tersedia
  • Peran serta masyarakat yang tinggi
  • Wadah komunal di tempatkan sesuai dengan kebutuhan dan ditempatkan dilokasi yang mudah dijangkau oleh pengumpul
  • Organisasi pengelola harus ada.
  1. Pemindahan Sampah

            Proses pemindahan yang terdapat pada pengolahan sampah dengan pengumpulan secara tidak langsung. Proses ini diperlukan karena kondisi daerah pelayanan memungkinkan untuk diterapkan pengumpulan dengan menggunakan kendaraan truk secara langsung. Disamping itu juga proses ini juga akan sangat membantu efisiensi proses pengumpulan. Pekerjaan utama pada proses ini yaitu memindahkan sampah hasil pengumpulan ke dalam truk pengangkut.

  1. Pengankutan Sampah

            Pengangkutan sampah adalah kegiatan mengankut sampah yang telah dikumpulkan di tempat penampungan sementara/transfer befo atau langsung dari tempat sumber sampah ke TPA. Pekerjaan pengankutan sampah pada pokoknya adalah membawa sampah semakin jauh dari daerah sumber dengan menggunakan kendaraan pengankut berupa gerobak dan truk. Hal terpenting dalam pengangkutan sampah adalah penentuan rute pengangkutan, berupa penempatan titik pengambilan jadwal operasi dan pola pengankutan. Dalam menunjukan rute pengangkutan sampah kemudian menetapkan jadwal operasi kegiatan pengankutan sampah.

sumber :

Beach Buggy Blitz 1.5 Apk + Mod (Unlimited Money)