Cegah konten negatif, BRTI larang peredaran perangkat penyebar SMS

Cegah konten negatif, BRTI larang peredaran perangkat penyebar SMS

Cegah konten negatif, BRTI larang peredaran perangkat penyebar SMS

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta semua pihak untuk berhenti memperdagangkan ataupun menggunakan perangkat sejenis penyebar SMS palsu.

Perangkat itu mampu berfungsi sebagai (BTS) tiruan dan mengirimkan pesan singkat SMS kepada pelanggan tanpa izin komersial.

Regulator telekomunikasi itu menduga perangkat yang kerap disebut Fake BTS dipakai untuk menyebarkan konten negatif seperti berita bohong (hoaks), provokasi, ujaran kebencian, dan pelanggaran konten informasi negatif lainnya lewat SMS.

Ketua BRTI Ismail dalam siaran pers, Selasa, mengatakan pihaknya menemukan adanya

penggunaan SMS Blaster atau Mobile Blaster atau Fake BTS untuk penyebaran SMS yang berisi konten negatif.

Tindakan ini melanggar UU Telekomunikasi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga: Pengurus baru BRTI kembali bahas konsolidasi operator

“Kami minta semua pihak terkait untuk berhenti menggunakan perangkat yang tanpa Sertifikat Kominfo semacam itu,” ujar Ismail yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal SDPPI Kominfo.

Ismail menyatakan, pihaknya juga telah meminta para vendor perangkat dan toko-toko

untuk tidak lagi menjual alat-alat tersebut. Platform penyedia e-commerce dan toko online juga diminta menutup iklan yang menawarkan perangkat Fake BTS.

Ketua BRTI itu menegaskan penjualan dan penggunaan alat tersebut untuk penyebaran konten negatif melanggar UU Telekomunikasi dan UU ITE. Orang yang melanggar dapat dikenai sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Tim dari Ditjen SDPPI bersama Balai Monitor Frekuensi Radio dan Korwas PPNS Kominfo

terus melakukan pengawasan penjualan Fake BTS ke toko-toko offline berdasarkan informasi dari operator seluler maupun penelusuran di dunia maya.

 

sumber :

https://www.sekolahbahasainggris.co.id/seva-mobil-bekas/