Cara Budidaya Singkong Yang Tepat

Cara Budidaya Singkong Yang Tepat

Cara Budidaya Singkong Yang Tepat

 

Cara Budidaya Singkong Yang Tepat
Cara Budidaya Singkong Yang Tepat

Bagaimana cara tanam singkong yang baik? kali ini jurnal organik akan memberikan tips-tipsnya:

Persiapan Lahan

Lakukan pembajakan lahan kemudian digaru, hingga tanah benar-benar mudah ditanami, kemudian lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos, komposisinya 1 ton untuk 1 hektare lahan, kemudian aduk kembali tanah yang sudah diberi pupuk tersebut.

Menanam singkong tidak memerlukan bedengan, namun yang harus diperhatikan lahan yang akan ditanami oleh tanaman singkong haruslah lebih tinggi dari dataran disekitarnya, ini diharuskan karena agar lahan tidak tergenang saat hujan turun, yang akan mengakibatkan kerusakan pada tanaman.

Proses Penanaman

Siapkan batang singkong sebagai bahan tanaman, usahakan tanaman yang sudah berusia kurang dari 8 bulan, dan pilih tanaman yang bagus dan sehat dan perhatikan jangan sampai memilih tanaman yang terbebas dari hama dan penyakit.

Lakukan pemotongan pada batang singkong dengan ukuran panjang 20 hingga 25 cm atau 5 ruas batang singkong, kemudian klasifikasikan menurut pemotongannya, yaitu bagian bawah batang harus disatukan dengan bagian batang yang lain, kemudian bagian tengah disatukan dengan bagian tengah, demikianpun bagian atas batang harus disatukan dengan bagian atas yang lainnya.

Jika lahan yang akan ditanami adalah lahan yang relatif kering maka lakukan penanaman dengan cara horizontal, kemudian jika pada lahan yang relatif basah lakukan penanaman dengan cara vertikal, namun tanamlah dengan agak miring atau menjorok ke samping.

Perawatan dan Pemupukan

Lakukan penyiraman setiap hari, selama masa pertumbuhan, karena masa pertumbuhan tanaman betul-betul membutuhkan air, namun setelah melewati masa pertumbuhan penyiraman bisa dilakukan secara terjadwal dan tidak perlu dilakukan setiap hari, namun tetap harus tetap disiram.

Gunakan pupuk kompos atau pupuk organik, lakukan pemupukan disekitar tanaman, yang sebelumnya dilakukan penyiangan pada sekitar tanaman, lakukan juga pengendalian hama dengan cara PHT, biasanya hama yang menyerang tanaman ini adalah tikus, dan ulat daun. Gunakan pestisida nabati untuk membasmi ulat daun.

Masa Panen

Panen dilakukan biasanya 8 bulan setelah masa tanam, biasanya dengan ciri-ciri batang sudah menua, daun-daunnya sudah menua dan hampir menguning sebagian, kemudian lakukan sample terlebih dahulu dalam pemanenan. Lahan yang relatif kering sebaiknya lakukan penggalian disekitar tanaman agar mudah dalam pencabutan, namun pada lahan yang relatif basah, biasanya tanaman mudah dicabut. Lakukan dengan hati-hati karena hasil panen juga akan ditentukan dengan cara panen yang kurang baik.

Baca Juga: