Bangunan SDN Tegallega 2 Memprihatinkan

Bangunan SDN Tegallega 2 Memprihatinkan

Bangunan SDN Tegallega 2 Memprihatinkan

Bangunan SDN Tegallega 2 Memprihatinkan
Bangunan SDN Tegallega 2 Memprihatinkan

Kondisi bangunan tiga ruang kelas SDN Tegallega 2 di Jalan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, memprihatinkan. Terutama di bagian atap, seperti kudakuda dan reng genteng yang masih menggunakan balok serta kayu yang keropos dan patah akibat termakan usia. Akibatnya, baik orang tua maupun guru dan kepala sekolah merasa khawatir. Apalagi, akhir-akhir ini Kota Bogor mulai diguyur hujan deras disertai angin kencang.

”Kami khawatir, karena balok kudakuda atap bangunannya sudah lapuk. Bahkan,

ada yang patah dimakan rayap. Padahal, kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Namun hingga kemarin belum ada tandatanda bakal direhabilitasi maupun direvitalisasi,” ujar Kepala SDN Tegallega 2, Euis Marni, kemarin.

Menurut dia, ada tiga ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. Bahkan, sebagian atapnya ambruk. Sebab, sejak berdiri pada 1976, bangunan tersebut belum pernah direvitalisasi. Padahal, pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan perbaikan ke Disdik Kota Bogor. Namun, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

”Bila melihat kondisi bangunan sekolah ini kami waswas. Apalagi kalau turun hujan

. Sebab, kudakuda yang terbuat dari kayu balok sudah rapuh dimakan rayap. Bahkan, sebagian ada yang patah,” ujarnya.

Sedangkan menurut para guru, kondisi bangunan seperti itu sangat mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). ”SDN Tegallega 2 punya sembilan rombongan belajar (rombel) dan enam ruang kelas yang dihuni 285 siswa. Jadi, kalau tiga kelas itu ambruk, KBM akan dilaksanakan pagi dan siang hari,” ujar guru di sekolah itu.

Oleh karena itu, warga sekolah berharap disdik merevitalisasi bangunan tersebut. Sehingga para siswa

merasa nyaman dan aman. Apalagi, sekolah tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Selain lokasinya berada di lingkungan padat penduduk, jarak dari satu sekolah ke sekolah lain juga sangat jauh.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/