Aspek-aspek Yang Berkaitan Dengan Kelayakan Investasi

Aspek-aspek Yang Berkaitan Dengan Kelayakan InvestasiAspek-aspek Yang Berkaitan Dengan Kelayakan Investasi

Kelayakan suatu investasi, khususnya untuk investasi yang bertujuan mencari laba, atau investasi oleh swasta (private Invesment) tergantung atau dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti terlihat pada gambar berikut ini :

Kelayakan Investasi
Persaingan
Tenaga

kerja

Operasional
Kebijakan

pemerintah

Penguasaan

Sumberdaya

Hukum
Pasar
Kemampuan teknologi

 teknologi

Lingkungan
Keuangan
Gambar 2.1. Berbagai Aspek yang Berkaitan dengan Kelayakan Investasi

Dari gambar di atas terlihat bahwa aspek pasar (permintaan) merupakan aspek yang utama dan penting yang menentukan kelayakan investasi. Bila ada permintaan, namun barang atau yang dihasilkan oleh investasi tersebut tidak sesuai dengan kriteria yang diminta pasar, tentu tidak akan terjadi transaksi sehingga tidak mungkin dapat laba. Oleh karena itu, supaya terjadi penjualan (dan dapat laba), maka diperlukan kemampuan produksi dari investasi yang dilakukan, dan seterusnya.

Bila pasar sudah ada, teknologi atau kemampuan produksi dimiliki, namun lingkungan investasi tidak kondusif, maka operasi investasi atau usaha untuk mendapatkan laba juga akan terganggu, dan seterusnya. Oleh karena itu, supaya operasi usahanya berjalan lancar dan dapat laba, maka diperlukan dukungan dari lingkungan dimana investasi tersebut berada.

Selanjutnya, bila pasar atau permintaan ada, teknologi atau kemampuan produksi juga dimiliki, dan lingkungan bisnis (investasi) cukup kondusif, namun bila investasi atau bisnis yang dijalankan tidak sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku dimasyarakat, maka operasi investasi atau usaha untuk mendapat laba juga akan terganggu , dan seterusnya. Oleh karena itu, supaya operasi usahanya berjalan lancar dan dapat laba, maka diperlukan keselarasan dan kesesuaian antara investasi dan bisnis  yang dilakukan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Terakhir, bila berbagai hal-hal diatas (pasar, teknologi, lingkungan usaha, dan hukum) sudah layak, maka yang perlu dikaji selanjutnya adalah kelayakan keuangan (financial feasibility)-nya. Bila semua layak, maka baru dapat dikataka investasi atau bisnis yang akan dibangun tersebut layak.

2.3.    Dasar Perhitungan Kelayakan Investasi

Suatu kegiatan investasi pada umumnya dimulai dan diukur dengan uang dan waktu. Oleh karena itu, maka perhitungan kelayakan sesuatu investasi didasarkan pada aliran uang masuk (cash flow) dan nilai uang yang dikaitkan dengan waktu (time value of money).

2.3.1. Aliran dana (Cash flow)

Aliran dana atau arus kas (cash flow) investasi yang dimaksud adalah jumlah atau volume dana tunai (cash) neto yang dihasilkan dari kegiatan investasi. Hal ini dapat dihitung dari selisih dari dana masuk (cash-in) dengan dana keluar (cash-out) selama investasi tersebut berjalan.

  1. Dana keluar (cash-out): adalah keseluruhan pengeluaran yang terjadi selama umur investasi.
  2. Dana masuk (cash-in) adalah: adalah seluruh kegiatan pemasukan yang terjadi selama umur proyek investasi.

Cash flow ini merupakan dasar yang penting menentukan kelayakan suatu proyek investasi dan diperlukan untuk menghitung tingkat kelayakan suatu proyek investasi.

Untuk memperkirakan besarnya arus dana (cash) pada suatu periode, dapat digunakan laporan akutansi sebagai sumber informasi seperti contoh berikut.

Table 2.1. Laporan akutansi PT Grafindo Raja Persada

Uraian Menurut. Lap. Akuntansi Keterangan Arus kas
1. Penjualan Rp 500 juta Kas masuk Rp 500 juta
2. Biaya-biaya
– yg dibayar tunai Rp 200 juta Kas keluar (Rp 200 juta)
– penyusutan Rp 80 juta Kas masuk Rp 80 juta
3. Laba operasi Rp 220 juta
4. Pajak (30%) Rp 66 juta
Kas keluar (Rp 66 juta)
Laba setelah pajak Rp 144 juta
Kas masuk bersih Rp 224 juta

Sumber : PT Grafindo Raja Persada

Arus Kas Neto (Cash Flow): Rp224 juta = Net profit + Penyusutan

Aspek-aspek Yang Berkaitan Dengan Kelayakan Investasi