Akui Persebaran Sekolah Tidak Merata, Tujuh Sekolah Tidak Penuhi Pagu

Akui Persebaran Sekolah Tidak Merata, Tujuh Sekolah Tidak Penuhi Pagu

Akui Persebaran Sekolah Tidak Merata, Tujuh Sekolah Tidak Penuhi Pagu

Akui Persebaran Sekolah Tidak Merata, Tujuh Sekolah Tidak Penuhi Pagu
Akui Persebaran Sekolah Tidak Merata, Tujuh Sekolah Tidak Penuhi Pagu

Pendaftaran tahap II tidak berpengaruh banyak dalam memenuhi pagu sejumlah SMPN.

Di antara sepuluh lembaga yang kekurangan pagu, hanya tiga SMPN yang berhasil memenuhi target. Di tujuh sekolah lain, banyak kursi kosong.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Selasa (18/7) mengumumkan hasil seleksi tahap II. Total ada 138 siswa tambahan yang mendaftar. ’’Setelah di-ranking, semuanya diterima,” kata Kasi Pembelajaran SMP Dispendik Gresik Sugeng Istanto.

Masih ada kekurangan 296 kursi yang tersebar di tujuh lembaga. Yaitu, SMPN 2 Sidayu, SMPN 3 Sidayu, SMPN 4 Sidayu, SMPN 1 Ujungpangkah, SMPN 1 Dukun, SMPN 1 Panceng, dan SMPN 1 Tambak.

Pihak sekolah menyatakan sudah berupaya maksimal memenuhi pagu. SMPN 1 Panceng

, misalnya. Dari semula 73 siswa jalur reguler, sekolah itu hanya mendapat tambahan dua siswa. Saat ini total siswa baru 75 orang. Artinya, masih kurang 76 kursi dari 151 pagu yang ditetapkan. ’’Mencari tambahan siswa baru cukup sulit. Banyak yang sudah mendaftar ke sekolah lain,” ucap Kepala SMPN 1 Panceng Zainul Abidin.

Hal serupa dikemukakan Kepala SMPN 4 Sidayu Daifi. Saat membuka pendaftaran tahap II, pihaknya hanya mendapat tambahan satu siswa. Dengan begitu, total siswa baru sebanyak 48 orang. Kurang 44 kursi dari 92 pagu yang ditetapkan. ’’Banyak faktor yang membuat sekolah kami kurang pagu,” ujar Daifi.

Daifi mengatakan, lokasi SMPN 4 Sidayu yang cukup terpencil membuat calon siswa enggan mendaftar. Penyebab lain, lulusan SMP/MTs di wilayah Kecamatan Sidayu berkurang jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Selain itu, tidak meratanya persebaran sekolah negeri membuat jumlah siswa sangat jomplang.

Antara satu wilayah dan wilayah tidak proporsional. Fakta itu diakui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Gresik Nur Maslichah.

Kecamatan Driyorejo, contohnya. Di wilayah tersebut, hanya ada satu SMPN. Padahal, kecamatan di Gresik Selatan tersebut sangat padat dengan 104.159 penduduk. Itu sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015. Tidak heran, setiap kali pelaksanaan PPDB, SMPN 1 Driyorejo diserbu banyak pendaftar.

Bandingkan dengan wilayah Kecamatan Sidayu. Di lokasi tersebut, berdiri empat SMPN sekaligus. Yaitu, SMPN 1 Sidayu, SMPN 2 Sidayu, SMPN 3 Sidayu, dan SMPN 4 Sidayu. Padahal, populasi penduduknya tidak begitu padat. Berdasar data BPS 2015, jumlah penduduk Kecamatan Sidayu mencapai 43.735 jiwa. Jauh lebih padat penduduk Kecamatan Driyorejo. ’’Bisa jadi, faktor jumlah penduduk membuat pendaftar di SMPN Sidayu cukup sedikit,” ujar Nur Maslichah.

Sebetulnya Dispendik Gresik telah berencana membangun SMPN baru di wilayah Driyorejo. Wacana tersebut muncul sejak 2015. Namun, hingga kini rencana itu menguap begitu saja. Nur Maslichah beralasan bahwa tidak adanya lahan membuat planning pembangunan SMPN menjadi tidak jelas. ’’Rencana itu memang ada. Tapi, sampai sekarang masih dikaji,” katanya.

 

Sumber :

https://activerain.com/profile/danuaji