5 langkah meningkatkan Produksi Bebek petelur

5 langkah meningkatkan Produksi Bebek petelur

Setiap pengusaha pasti menginginkan keuntungan yang sangat besar.begitu juga dengan usaha peternakan bebek petelur. Besarnya Keuntungan usaha peternak bebek petelur dipengaruhi oleh dua hal, yaitu harga jual telur dan tingginya produksi bebek itu sendiri. Harga telur bebek sangat dipengaruhi oleh faktor pasar sedangkan tingginya produksi telur bebek banyak dipengaruhi oleh faktor dari dalam yaitu manajemen pemeliharaan.

Dengan melihat hal tersebut, jadi salah satu hal yang dapat dilakukan oleh peternak bebek. peternak harus focus pada upaya meningkatkan manajemen pemeliharaannya guna meningkatkan produksi telur bebek nya  agar dapat mencapai standar produksi yang optimal.

Berikut langkah / manajemen yang diperlukan untuk meningkatkan produksi telur :

Mengatur Intensitas Pencahayaan Pada Kandang Bebek

  • Adanya pencahayaan, baik berasal dari cahaya alami (sinar matahari) maupun buatan (lampu) akan menstimulasi hipotalamus yang kemudian diteruskan ke kelenjar-kelenjar tubuh, seperti hipofisa tiroid dan paratiroid untuk menghasilkan hormon. Kelenjar hipofisa akan mensekresikan follicle stimulating hormon (FSH) dan luteinizing hormon (LH). Hormon FSH berfungsi mematangkan folikel/sel telur pada indung telur (ovarium), sedangkan hormone LH berfungsi menggertak proses ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium ke oviduk/saluran telur). Kedua hormon inilah yang sangat berperan penting bagi pembentukan sebutir telur.

 

  1.     Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Secara Terpadu
  • Bebek yang berproduksi tinggi pasti dalam keadaan sehat. Untuk itu segala upaya untuk meningkatkan produksi telur harus disertai dengan pemeliharaan kesehatan secara terpadu, sehingga bebek terhindar dari bakteri, virus atau mikroorganisme lain yang dapat mengganggu kesehatan bebek. Pemeliharaan kesehatan yang terpadu dapat menekan sumber penyakit di sekitar lingkungan kandang serta menumbuhkan tingkat kekebalan ayam.
  • Serangan penyakit masih dapat terjadi meskipun bebek dalam kondisi terbaik. Penurunan produksi telur seringkali merupakan salah satu gejala awal adanya serangan penyakit. Gejala lainnya dapar berupa lesu dan bulu kusam, mata berair, keluar ingus dari hidung, batuk, rontok bulu, pincang, sampai kematian. Jika peternak melihat seekor bebek sakit, lakukan isolasi atau pengafkiran dan amati keseluruhan populasi secara teliti. Jika curiga ada serangan penyakit, segera tangani atau juga belum bisa menangani sendiri segera hubungi dokter hewan setempat agar dapat membantu memerikasa sehingga diperoleh diagnosa dan pengobatan yang akurat.

 

       

  1.       Melakukan Replacemen Peremajaan

Umur yang semakin tua dapat berpengaruh pada produksi telur. Pengaruh ini sangat bervariasi di antara individu bebek. bebek dapat berproduksi secara efesien selama dua siklus masa bertelur. Setelah dua tahun, produktivitas akan menurun. Secara umum, produksi telur paling baik selama tahun pertama, namun bebek petelur yang berproduksi tinggi dapat berproduksi cukup baik selama 2-3 tahun. Kondisi ini berbeda pada setiap strain bebek. Bebek petelur yang berproduksi tinggi akan bertelur selama sekitar 50-60 minggu tiap siklus masa bertelur. Dengan demikian, proses replacement (peremajaan) bebek harus diantisipasi sehingga begitu sudah turun produksinya dan sudah tidak ekonomis lagi bebek bisa diafkir dan diganti dengan bebek yang sudah disiapkan dengan baik.

Baca juga: