102.453 sekolah ditetapkan sebagai pelaksana kurikulum

102.453 sekolah ditetapkan sebagai pelaksana kurikulum

102.453 sekolah ditetapkan sebagai pelaksana kurikulum

102.453 sekolah ditetapkan sebagai pelaksana kurikulum
102.453 sekolah ditetapkan sebagai pelaksana kurikulum

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

akhirnya merilis jumlah sekolah pelaksana kurikulum 2013 yang dimulai Juli ini.

Wamendikbud bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, pada jenjang SD sekolah yang akan melaksanakan kurikulum di kelas 1 dan IV sebanyak 44.609 sekolah dan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 36.434 sekolah dengan jumlah siswa kelas VII sebanyak 3.250.717.

Adapun pada jenjang sekolah menengah atas (SMA)sebanyak 11.535 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1.420.933, sedangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 9.875 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1.131.549.

Musliar menyatakan, sekolah yang sudah ditetapkan ini boleh diganti dengan sekolah lain apabila dari manajemen sekolah sendiri mengajukan keberatan karena belum siap baik dari sumber daya manusia ataupun sarana prasarana.

Ia menjelaskan, klasifikasi sekolah yang dipilih ini tidak hanya ada di kota besar

namun mencakup ke seluruh provinsi dan kabupaten kota baik negeri dan swasta yang berakreditasi baik.

“Boleh diganti, tetapi jangan sampai menimbulkan kecemburuan kepada sekolah swasta andaikata mereka tidak mendapatkan,” katanya pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2013).

Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan kementerian ialah menyiapkan buku kelas 1 SD dengan delapan tema yang akan diajarkan, sedangkan untuk kelas empat akan diajarkan sembilan tema ditambah enam buku agama. Sementara, kepada seluruh dinas pendidikan diminta untuk mendata dan memberikan informasi agar pengiriman buku agama tepat sasaran dan jumlah.

Mantan Rektor Universitas Andalas ini menyebutkan, per satu tema yang akan diajarkan di SD

akan menghabiskan waktu kurang lebih empat minggu. Berlanjut ke tema kedua juga akan memakan waktu yang sama sehingga dalam satu tahun siswa akan mempelajari delapan tema saja.

Ditambahkannya, terkait dengan pengadaan buku distribusinya dilaksanakan oleh pemerintah dan pemerintah kabupaten kota namun untuk pengadaan dan distribusi buku SD akan ditanggung seluruhnya oleh pusat yang harus selesai pada akhir Juni.

Sementara pada minggu pertama bulan Juli 2013 semua buku sudah harus berada di sekolah sehingga pada tahun ajaran baru semua buku sudah dapat diterima seluruh siswa.

“Pengadaan buku di kabupaten kota yang memakai DAK (Dana Alokasi Khusus) dimulai Maret agar waktu pengerjaan selama 60-80 hari dapat selesai di Juni,” terangnya.

 

Baca Juga :